Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini Mengincar Usia Remaja? Ini Penjelasan Kemenkes

Penulis -

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cek gula darah. (Foto: Pexels)

Ilustrasi cek gula darah. (Foto: Pexels)

Jakarta, Javanusa—Penyakit diabetes tipe 2 yang dahulu identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai mengancam generasi muda. Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan kasus diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia remaja, bahkan pada anak Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Wamenkes Dante menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Minggu (24/5). Menurutnya, pergeseran tren penyakit tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga perubahan drastis gaya hidup sehari-hari.

“Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,” ungkap Wamenkes Dante.

Ia menyoroti kebiasaan generasi muda yang minim aktivitas fisik. Selain itu, tingginya durasi layar atau screen time, kurang tidur, serta konsumsi gula dan makanan ultra-proses ikut memperburuk kondisi kesehatan remaja.

Wamenkes Dante juga menilai tekanan mental yang dihadapi remaja masa kini turut memperbesar risiko diabetes tipe 2. Ironisnya, penyakit tersebut berkembang lebih cepat dan lebih agresif pada remaja dibandingkan orang dewasa.

Perubahan Gaya Hidup Jadi Kunci Pencegahan

Menghadapi ancaman tersebut, Wamenkes Dante menegaskan solusi utama tidak hanya bergantung pada obat-obatan. Ia menilai perubahan kebiasaan sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga,” tegasnya.

Ia juga membagikan pengalamannya mendaki Gunung Ciremai bersama putranya. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi cara menjaga kebugaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Baca Juga :  Bolehkah Pria Menggunakan Sabun Wajah Wanita? Ini Penjelasan Lengkap Ahlinya

Pemerintah, lanjutnya, telah merespons persoalan tersebut melalui program Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau 25 juta anak sekolah. Selain itu, pemerintah menerapkan program “nutri-level”, yaitu sistem label A hingga D pada kemasan makanan dan minuman untuk memperingatkan masyarakat terkait kadar gula.

Remaja Mulai Mengalami Berbagai Gangguan Kesehatan

Dari pemeriksaan kesehatan di sekolah-sekolah, pemerintah menemukan berbagai masalah kesehatan yang mulai dialami remaja sejak dini. Beberapa di antaranya ialah hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.

Canisius Health Expo 2026 menjadi wujud kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat. Alumni Kolese Kanisius angkatan 2001 bersama salah satu rumah sakit swasta di Jakarta menggagas kegiatan tersebut.

Acara itu menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan konsultasi dengan dokter spesialis bagi masyarakat.

Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibisono, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut angkatan 2001 berhasil melahirkan 17 dokter yang kini mengabdi kepada masyarakat.

“Ini sejalan dengan visi kami, to be man for others with others. Para alumni hadir membawa nilai-nilai kolese untuk berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang terkendala akses kesehatan,” ujarnya.

Wamenkes Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan

Menutup sambutannya, Dante Saksono Harbuwono menitipkan pesan kepada pelajar dan orang tua. Ia mengingatkan nilai rapor bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan.

“Tubuh adalah modal pertama dari semua cita-cita yang ingin dicapai. Kesehatan bukan tujuan akhir, melainkan cara kita menjalani hidup yang bermakna,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru