Menperin dan Menkeu Perkuat Sinergi, Dorong Ekspor dan Pertumbuhan Manufaktur

Penulis -

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (5/5). (Foto: Kementerian)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (5/5). (Foto: Kementerian)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendorong kinerja industri manufaktur nasional.

Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (5/5).

Dalam pertemuan itu, kedua kementerian membahas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku industri di lapangan. Mereka sekaligus merumuskan langkah strategis sebagai solusi kebijakan yang lebih efektif.

“Kita bedah berbagai macam kendala yang mungkin dihadapi pelaku usaha industri, lalu kita carikan jalan keluarnya. Kami juga mengapresiasi langkah Menteri Keuangan yang telah membuka dan mengkanalisasi permasalahan melalui tim debottlenecking,” ujar Agus.

Selanjutnya, Agus menegaskan bahwa koordinasi erat antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan menjadi kunci utama. Sinergi ini diperlukan untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, baik berupa stimulus maupun insentif industri.

Dorong Pertumbuhan dan Perkuat Peran Manufaktur

Menurut Agus, sektor manufaktur selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pertumbuhan sektor ini agar berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

“Intinya, kami membahas berbagai kebijakan dan langkah pemerintah, baik sebagai stimulus maupun insentif, agar pertumbuhan manufaktur dapat berjalan lebih baik dan lebih cepat,” katanya.

Selain itu, Agus menyoroti kontribusi besar industri manufaktur terhadap ekspor nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sekitar 75 hingga 80 persen ekspor Indonesia berasal dari sektor ini.

Strategi Seimbangkan Ekspor dan Pasar Domestik

Meski demikian, Agus menjelaskan bahwa struktur manufaktur Indonesia berbeda dengan negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Sebagian besar output manufaktur nasional masih diserap pasar domestik.

“Sekitar 80 persen produksi manufaktur kita terserap di dalam negeri, sedangkan 20 persen diekspor,” jelasnya.

Baca Juga :  IKM Furnitur Jogja Tembus Pasar Eropa, CV Kayu Manis Ekspor 6 Kontainer ke 4 Negara

Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan ekspor tanpa melemahkan pasar domestik. Strategi ini dilakukan dengan tetap melindungi industri dalam negeri sambil membuka peluang ekspansi global.

“Kita ingin mengoptimalkan ekspor tanpa mengurangi porsi domestik. Artinya, pasar dalam negeri tetap terlindungi, namun ekspor juga meningkat,” tegas Agus.

Insentif Industri dan Kendaraan Listrik Diperkuat

Lebih lanjut, pembahasan juga mencakup penguatan kebijakan insentif industri. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi industri nasional.

Menurut Agus, insentif kendaraan listrik kini semakin relevan dalam berbagai aspek. Kebijakan ini tidak hanya menekan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi fiskal.

“Insentif kendaraan listrik dapat mengurangi konsumsi BBM sehingga menekan beban subsidi. Selain itu, kebijakan ini harus memperkuat industri dalam negeri dan melindungi tenaga kerja,” ujarnya.

Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan

Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan menghasilkan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika industri.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan manufaktur sekaligus meningkatkan daya saing nasional di pasar global. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB