Menperin Tantang Asahi Pindahkan Kantor Pusat ke Indonesia, Tegaskan Kekuatan Industri Kimia Nasional

Penulis -

Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menperin Agus Gumiwang tantang Asahi pindahkan kantor pusat dari Thailand ke Indonesia untuk perkuat industri kimia nasional. (Foto: Kemenperin)

Menperin Agus Gumiwang tantang Asahi pindahkan kantor pusat dari Thailand ke Indonesia untuk perkuat industri kimia nasional. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya memperkuat industri kimia nasional, termasuk sektor polivinil klorida (PVC), chlor-alkali plant (CAP), dan produk turunannya.

Industri kimia menjadi sektor vital karena hasilnya digunakan sebagai bahan baku bagi banyak industri manufaktur lain.

“Selama ini, sektor kimia merupakan jantung rantai pasok industri nasional. Pemerintah terus menjaga iklim usaha kondusif, menjamin pasokan bahan baku, dan memastikan ketersediaan energi gas bumi,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (22/10).

Pernyataan itu disampaikan Menperin seusai bertemu jajaran direksi AGC Chemicals Company Jepang dan PT Asahimas Chemical.

Pertemuan dihadiri oleh President of AGC Chemicals Company Tatsuo Momii, Executive Officer Yoshihisa Horibe, Presiden Direktur Eddy Sutanto, dan Wakil Presiden Direktur Kazunori Uchigashima.

Dalam audiensi, Menperin mengajak PT Asahimas Chemical dan induknya, AGC Chemicals Company, mempertimbangkan pemindahan kantor pusat regional dari Thailand ke Indonesia.

“Indonesia punya pasar besar, tenaga kerja kompetitif, dan ekosistem industri yang matang. Sudah waktunya Indonesia jadi pusat operasi AGC di Asia Tenggara,” katanya.

Komitmen Investasi dan Kontribusi bagi Industri Nasional

Menperin menilai langkah itu dapat memperkuat investasi AGC yang mencapai USD 1,6 miliar melalui PT Asahimas Chemical, sekaligus menunjukkan kepercayaan global terhadap prospek industri kimia nasional.

Perusahaan yang beroperasi lebih dari 36 tahun di Cilegon, Banten, ini telah mempekerjakan lebih dari 3.000 orang.

PT Asahimas Chemical memproduksi tiga komoditas utama: Polivinil Klorida (PVC) dengan kapasitas 750.000 ton per tahun, Kaustik Soda (NaOH) 679.800 ton, dan Monomer Vinil Klorida (VCM) 800.000 ton per tahun.

Produk tersebut memasok bahan baku lebih dari 400 industri, mulai dari pipa plastik, otomotif, peralatan rumah tangga, hingga konstruksi.

Baca Juga :  Natal di Manado: Menag Tegaskan Komitmen Negara Merawat Kerukunan Umat Beragama

“PT Asahimas Chemical memiliki peran penting memperkuat struktur industri kimia nasional, khususnya pada rantai pasok PVC dan chlor-alkali,” ujar Agus.

Revisi SNI dan Perlindungan Industri Lokal

Dalam kesempatan itu, Menperin menegaskan dukungan pemerintah terhadap iklim usaha sektor PVC dan turunannya.

Upaya tersebut dilakukan melalui revisi SNI 59:2017 tentang Resin PVC. Revisi ini diharapkan menjadi instrumen non-tarif (NTB) untuk melindungi industri dalam negeri dan menjamin keamanan konsumen.

Pendekatan revisi SNI fokus pada standar bahan baku karena kadar merkuri sulit dideteksi pada produk akhir. “Revisi ini bukan hanya panduan teknis, tetapi langkah strategis memperkuat kemandirian industri hulu,” jelas Agus.

Kinerja Produksi dan Tantangan Bahan Baku

Data Kemenperin menunjukkan, rata-rata utilisasi produksi PVC mencapai 88 persen dalam lima tahun terakhir. Nilai ekspor mencapai USD 321,3 juta, sementara impor hanya USD 53,8 juta pada 2024.

Meski surplus, impor dari Tiongkok meningkat 22,2 persen per tahun akibat pengalihan perdagangan karena hambatan non-tarif di India dan Australia.

Menperin juga menyoroti pentingnya ketersediaan garam industri sebagai bahan baku utama sektor CAP dan soda ash. Kebutuhan garam industri mencapai 2,3 juta ton per tahun, sedangkan pasokan domestik masih 90 persen bergantung pada impor.

“Ini tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan industri garam nasional. Pemerintah akan memperkuat industrialisasi garam guna menekan impor dan menjaga pasokan bahan baku,” tegasnya.

Menperin turut menekankan pentingnya pasokan gas bumi bagi industri nasional. “Dampak kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) lima kali lipat lebih besar dibanding fasilitas lain. Ini bukti kebijakan energi efektif memperkuat daya saing industri,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru