Javanusa.com—Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang populer dibudidayakan di Indonesia. Selain karena permintaan pasar yang tinggi, budidaya lele juga relatif mudah dilakukan.
Namun, meskipun mudah, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan peternak lele sehingga pertumbuhan lele menjadi lambat.
Untuk menghindari hal tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan serta dihindari oleh peternak lele.
Apa sajakah itu? Ini kesalahan peternak lele yang menyebabkan pertumbuhan lele menjadi lambat yang dirangkum Javanusa.com dari kanal YouTube Suksespedia. Simak sampai tuntas.
1. Membeli Bibit Lele Terlalu Kecil
Pemilihan bibit ikan lele dengan ukuran yang terlalu kecil dapat membuat masa panen menjadi lebih lama. Pemeliharaan bibit ikan lele ukuran 3-4 misalnya membutuhkan waktu pemeliharaan hingga 4 bulan lamanya.
Namun jika membudidayakan bibit ukuran 5-7 peternak lele sudah dapat memanen hasilnya dalam waktu 2 bulan saja.
Baca Juga : Ide Usaha Angkringan Korea, Untungnya Wow Banget
Selain ukuran perhatikan pula kualitas bibit ikan lele. Bibit ikan lele yang berkualitas memiliki warna lebih terang dan mengkilap serta gerakan yang gesit.
2. Pemberian Pakan yang Tidak Sesuai
Kesalahan juga sering dilakukan peternak lele adalah memberikan pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan lele, sehingga membuat pertumbuhan ikan lele menjadi lambat.
Lele membutuhkan pakan dengan kandungan protein minimal 30%. Untuk itu berikan pelet khusus lele. Secara harga pelet untuk ikan lele memang lebih mahal dibanding pelet untuk ikan bandeng maupun nila. Karena pelet untuk ikan nila atau bandeng memiliki kadar protein yang lebih sedikit.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






