Salah satu alasan mengapa ikan lele menggantung adalah karena air di dalam kolam kotor dan sisa metabolisme serta pakan dapat memperburuk kualitas air kolam akibat kadar amoniak di dalam kolam tinggi.
Untuk mengatasi masalah ini, peternak dapat mengganti air kolam sebanyak 50% dari volume air. Jika kotoran di dalam kolam sudah terlalu banyak volume air yang diganti bisa mencapai 80%. Setelah proses pergantian air ikan lele dapat diberi pakan secara normal.
5. Populasi Terlalu Padat
Kesalahan berikutnya adalah populasi di dalam kolam yang terlalu padat. Populasi yang terlalu padat ini dapat membuat ikan lele banyak yang mati atau tumbuh tidak maksimal, karena kurangnya ruang gerak serta persaingan pakan yang cukup tinggi.
Baca Juga : 5 Ide Usaha Sampingan, Kerja 2 Jam Hasilkan Rp1 Juta Sehari
Kepadatan ikan lele dalam kolam terpal maupun kolam beton idealnya berciuman 100 hingga 200 ekor per kubik, namun jika ingin meningkatkan kepadatan tebar ikan lele dapat menggunakan kolam bioflok dengan jumlah maksimal mencapai 2000 ekor lele per meter persegi.
Itulah kesalahan peternak yang dapat membuat ikan lele tumbuh lebih lambat. Semoga bermanfaat. (*)






