Pidie Jaya, Javanusa—Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Bencana Sumatra Tito Karnavian meninjau hunian sementara (huntara) bagi pengungsi di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tempat tinggal sementara pengungsi serta distribusi bantuan pemerintah berjalan sesuai rencana.
Turut mendampingi dalam peninjauan itu Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.
Dalam kunjungan tersebut, Tito Karnavian menyampaikan jumlah pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat terus berkurang. Pada pekan sebelumnya tercatat sekitar 11 ribu orang, dan saat ini tersisa sekitar 6 ribu pengungsi.
Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi dapat dipindahkan ke hunian sementara sebelum Idulfitri.
“Target kami bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana adalah seluruh pengungsi sudah berada di huntara. Untuk kebutuhan makan, sepuluh hari ke depan ditanggung BNPB, setelah itu menggunakan dana jaminan hidup dari Kementerian Sosial Republik Indonesia,” kata Tito.
Tinjau fasilitas huntara
Rombongan meninjau sejumlah fasilitas huntara yang dibangun oleh BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum. Fasilitas yang diperiksa antara lain unit hunian, dapur umum, serta sarana sanitasi seperti toilet.
Menteri Sosial juga berdialog dengan warga yang menempati huntara untuk mengetahui kondisi tempat tinggal sementara serta kebutuhan yang masih diperlukan.
Saifullah Yusuf menjelaskan penanganan bencana dilakukan dalam dua tahap, yaitu masa kedaruratan dan masa pascakedaruratan.
Pada masa kedaruratan, pemerintah memprioritaskan penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Setelah itu, pemerintah menyiapkan hunian sementara sebelum warga dipindahkan ke hunian tetap.
Ia menyebut penanganan bencana berskala besar melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta badan usaha milik negara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bantuan untuk keluarga terdampak
Selain penyediaan tempat tinggal sementara, pemerintah juga menyalurkan sejumlah bantuan bagi keluarga terdampak.
Setiap keluarga yang menempati huntara maupun hunian tetap menerima bantuan perlengkapan rumah tangga dengan indeks Rp3 juta per keluarga. Pemerintah juga memberikan bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga untuk membantu memulai kembali aktivitas ekonomi.
Selama tinggal di huntara, warga menerima bantuan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang setiap bulan selama tiga bulan.
Mensos menekankan pentingnya keakuratan data penerima bantuan dalam proses penanganan bencana.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran utama dalam proses pendataan karena lebih memahami kondisi wilayah dan warganya. Data tersebut kemudian diverifikasi bersama BNPB dan diawasi aparat penegak hukum untuk memastikan akuntabilitas penyaluran bantuan. (*/red)






