Mentawai Perkuat City Branding Lewat Budaya Sikerei dan Surfing Kelas Dunia

Penulis -

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana saat peluncuran city branding Kabupaten Kepulauan Mentawai di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: Prokopim Mentawai)

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana saat peluncuran city branding Kabupaten Kepulauan Mentawai di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: Prokopim Mentawai)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memperkuat strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya dan olahraga selancar kelas dunia.

Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana saat peluncuran city branding Kabupaten Kepulauan Mentawai di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan arah pengembangan pariwisata tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Namun juga menekankan kualitas pengalaman wisata yang dirasakan pengunjung selama berada di Mentawai.

Pariwisata Fokus pada Pengalaman Autentik

Rinto menjelaskan wisatawan datang ke Mentawai untuk mencari pengalaman berbeda. Mereka menginginkan keaslian budaya yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat.

Ia menilai pengalaman menjadi faktor utama yang melekat dalam ingatan wisatawan.

“Yang diingat wisatawan itu adalah experience-nya, keasliannya. Karena itu kita mesti beyond tourism,” ujar Rinto dalam peluncuran tersebut.

Pemerintah daerah kemudian mengarahkan pengembangan wisata agar melampaui konsep pariwisata konvensional.

Sikerei Jadi Identitas Budaya Mentawai

Rinto juga menekankan peran Sikerei sebagai identitas budaya masyarakat Mentawai. Sikerei berperan sebagai tokoh adat sekaligus tabib tradisional.

Mereka menggunakan ramuan alami dari hutan untuk mengobati masyarakat setempat.

Ia menegaskan Sikerei bukan hanya simbol budaya. Sikerei juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Mentawai sejak generasi sebelumnya.

“Sikerei menjadi tokoh dan orang bijak di Mentawai. Sikerei adalah ikon Mentawai yang tidak dapat dilepaskan dari identitas masyarakat Mentawai,” katanya.

Proses Adat Pembentukan Sikerei

Rinto menjelaskan seseorang harus melalui tahapan adat untuk menjadi Sikerei. Proses tersebut juga mengharuskan calon menjalani berbagai pantangan adat.

Salah satu aturan adat mengharuskan calon Sikerei memanjangkan rambut. Selain itu, mereka tidak boleh mengonsumsi sayur pakis selama proses berlangsung.

Tahapan ini menunjukkan kuatnya nilai tradisi dalam kehidupan masyarakat Mentawai.

Baca Juga :  Desa Wisata Kubu Gadang Wakili Sumbar pada Wonderful Indonesia Tourism Fair 2024
Surfing Mentawai Jadi Daya Tarik Dunia

Selain budaya, pemerintah daerah juga mengembangkan wisata selancar yang sudah dikenal secara internasional. Mentawai memiliki sekitar 78 titik ombak yang tersebar di berbagai wilayah.

Potensi ini menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara yang datang ke Mentawai.

“Kita ingin menjadikan Mentawai dengan 78 spot ombak sebagai ibu kota surfing dunia,” ujarnya.

Ombak Mentawai telah dikenal luas oleh peselancar dunia karena kualitasnya yang tinggi.

“Belum diakui menjadi surfer mendunia kalau belum menjajal surfing Mentawai,” kata Rinto.

Tantangan Infrastruktur Pariwisata

Pemerintah daerah mengakui masih terdapat tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata. Infrastruktur dasar menjadi salah satu perhatian utama.

Beberapa fasilitas seperti pelabuhan, bandara, dan akomodasi wisata masih perlu peningkatan.

Kolaborasi Pembangunan Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi. Dukungan pemerintah pusat dan investor menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor pariwisata.

Rinto menegaskan pembangunan pariwisata tidak dapat dilakukan secara sendiri.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, karena itu kami mengajak semua pihak datang dan bersama-sama membangun pariwisata Mentawai,” ucapnya. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru