Menteri Bahlil Laporkan ke Presiden Prabowo: Penataan Tambang hingga Rencana CNG Lebih Murah 30 Persen dari LPG

Penulis -

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: BPMI Setpres)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah terus memperkuat swasembada dan ketahanan energi nasional, sekaligus mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa (5/5).

Ia melaporkan sejumlah perkembangan strategis, termasuk harga minyak mentah Indonesia dan penataan izin pertambangan mineral serta batubara (minerba).

“Saya secara kebetulan dipanggil oleh Bapak Presiden untuk membahas beberapa perkembangan termasuk dalamnya adalah harga crude BBM terhadap ICP. Yang kedua juga kita membahas tentang penataan tambang ke depan yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara. Dan itu terkait dengan implementasi daripada Pasal 33,” ujar Bahlil.

Penataan Tambang untuk Optimalkan Penerimaan Negara

Bahlil menegaskan pemerintah akan menata ulang perizinan pertambangan agar porsi pendapatan negara meningkat secara optimal. Kebijakan ini berlaku bagi izin lama maupun izin baru.

“Khususnya pertambangan-pertambangan, baik yang lama maupun yang baru, itu nanti akan kita mencoba untuk mengoptimalkan pendapatan negaranya secara maksimal. Dan ini kita akan menggunakan contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas kita. Migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split. Mungkin pola-pola itu yang akan kita coba kita exercise untuk kita bangun, untuk bisa melakukan kerjasama dengan pihak swasta,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah tetap mempertahankan skema konsesi, tetapi akan mengatur ulang agar negara memperoleh porsi lebih besar.

“Tetap konsesi, tetapi kita akan mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbang dengan negara. Dan negara harusnya akan mendapatkan porsi yang lebih besar,” sebut Bahlil.

Pemerintah Kaji CNG sebagai Pengganti LPG

Selain sektor tambang, pemerintah juga mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG). Langkah ini bertujuan mengurangi impor energi dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik.

Baca Juga :  Uji B50 di Sektor Pertambangan Tunjukkan Performa Stabil hingga 900 Jam Operasi, Konsumsi BBM Naik Tipis

Bahlil menyebut harga CNG berpotensi lebih murah sekitar 30 persen dibandingkan LPG. Hal ini terjadi karena sumber energi dan industri CNG tersedia di dalam negeri sehingga biaya transportasi lebih rendah.

“Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya ada di kita, dalam negeri. Jadi tidak kita melakukan import. Cost transportasinya aja sudah bisa meng-cover. Dan yang kedua, dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber gasnya. Jadi itu jauh lebih efisien,” ujarnya.

Pemanfaatan CNG diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp130 triliun sekaligus mengurangi beban subsidi energi.

Saat ini, pemerintah masih menguji penggunaan tabung CNG untuk masyarakat. Pengujian diperlukan karena tekanan CNG mencapai 250 bar sehingga membutuhkan modifikasi tabung LPG 3 kilogram.

Bahlil menyebut hasil uji coba tersebut akan tersedia dalam dua hingga tiga bulan mendatang. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru