Dharmasraya, Javanusa—Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menginstruksikan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Dharmasraya agar program tersebut segera dirasakan masyarakat, terutama kalangan kurang mampu, pada tahun ini.
Instruksi itu disampaikan Dody saat kunjungan kerja ke Dharmasraya, Rabu (6/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Pulau Punjung.
Kunjungan itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Dody, percepatan pembangunan penting dilakukan agar fasilitas pendidikan yang berkualitas segera dimanfaatkan masyarakat dengan dukungan sarana memadai.
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut juga diharapkan membantu menekan angka kemiskinan ekstrem sebagaimana cita-cita Presiden Prabowo Subianto.
“Sekolah Rakyat ini kita dorong percepatannya, sehingga manfaatnya, baik dari sisi kualitas pendidikan maupun fasilitas yang baik, bisa segera dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu,” ujar Dody.
Progres Pembangunan Capai 9 Persen
Dody mengatakan, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan progres pembangunan berjalan cukup menggembirakan.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, progresnya cukup menggembirakan. Ini menunjukkan kerja-kerja percepatan berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menjelaskan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 9 persen. Dengan percepatan pekerjaan rata-rata dua persen per hari, pihaknya optimistis proyek dapat selesai sesuai target.
“Dengan progres dua persen setiap hari, kami optimistis dapat menyelesaikan sesuai target tanggal 20 Juni 2026. Karena adik-adik kita akan memulai tahun ajaran baru,” ungkapnya.
Koordinasi Pusat dan Daerah Dinilai Efektif
Dody menilai capaian tersebut tidak lepas dari koordinasi yang berjalan efektif antara satgas percepatan pembangunan dan pemerintah daerah.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung percepatan proyek tersebut.
“Koordinasi satgas percepatan berjalan dengan baik. Pemerintah daerah juga bekerja dengan baik, semua pihak menjalankan perannya sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Dalam peninjauan itu, Menteri PU turut didampingi jajaran Kementerian PUPR, termasuk Dirjen SDA, serta unsur pemerintah daerah.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut.
Pemkab Dharmasraya Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri PU ke daerahnya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan seluruh masyarakat, kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Menteri di daerah kami untuk memastikan percepatan pembangunan SR berjalan dengan baik. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mempercepat pembangunan,” ujarnya.
Annisa juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini tengah berjalan dan diharapkan segera memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkab Dharmasraya juga menerima dukungan pembangunan lain dari Kementerian PU.
Bantuan tersebut meliputi pembangunan rigid beton sepanjang 1 kilometer, pengaspalan Jalan Lintas Sumatera sepanjang 19 kilometer, penanggulangan banjir Timpeh, serta pembangunan SPAM.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Zigo Rolanda, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, Wakil Ketua DPRD Dharmasraya, Sujito, beserta sejumlah anggota DPRD lainnya.
Hadir pula Kapolres Dharmasraya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, serta Dandim 0310/SSD, Letkol CZI Joko Stradona.
Dibangun di Lahan 10 Hektare
Pembangunan Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan sekitar 100 ribu meter persegi atau 10 hektare.
Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, delapan asrama siswa, serta dua rumah susun guru.
Selain itu, proyek tersebut juga mencakup pembangunan guest house, masjid, gedung serbaguna, dapur, gudang, hingga kantin pada setiap jenjang pendidikan.
Kawasan sekolah juga dilengkapi sarana olahraga, termasuk lapangan sepak bola, dengan total daya tampung mencapai 1.080 siswa.
Proyek tersebut mulai berkontrak pada 10 Maret 2026 dengan target awal penyelesaian pada 4 November 2026.
Namun, melalui langkah percepatan yang dilakukan pemerintah, pembangunan ditargetkan rampung lebih cepat agar dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.
Melalui peninjauan tersebut, pemerintah berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya berjalan optimal dan selesai tepat waktu.
Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah juga diharapkan terus terjaga agar pembangunan berkelanjutan dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat. (*/red)






