Jakarta, Javanusa—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghadirkan Minerba Convex 2026 sebagai wadah konsultasi, apresiasi, dan edukasi pertambangan bagi berbagai kalangan.
Kegiatan ini berlangsung pada 2–3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan menghadirkan sejumlah program unggulan.
Ajang tersebut menawarkan berbagai kegiatan, mulai dari konsultasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), penghargaan bagi badan usaha pertambangan, hingga zona edukasi untuk anak-anak.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan Minerba Convex 2026 menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama. Kegiatan ini melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, serta masyarakat.
Minerba Convex 2026 Dorong Pemahaman Sektor Pertambangan
Tri Winarno mengatakan, penyelenggara mengusung tema Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat pada Minerba Convex tahun ini.
“Tema Minerba Convex tahun ini adalah ‘Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat’,” ujar Tri dalam konferensi pers Minerba Convex 2026 di Jakarta, Kamis (29/10).
Menurut Tri, subsektor mineral dan batu bara memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Sektor ini mendukung pemenuhan kebutuhan energi, penyediaan bahan baku industri, serta peningkatan penerimaan negara.
Selain itu, kegiatan pertambangan turut mendorong investasi dan membuka lapangan kerja di berbagai daerah.
Namun, kontribusi tersebut perlu berjalan seiring dengan pengelolaan yang bertanggung jawab. Pemerintah juga menekankan pentingnya keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang.
Klinik RKAB dan Apresiasi Minerba Jadi Program Unggulan
Minerba Convex 2026 tidak hanya menghadirkan pameran industri pertambangan. Panitia juga menyiapkan Coaching Clinic untuk membantu badan usaha menyusun dan mengajukan RKAB.
Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh konsultasi dan pendampingan terkait penyusunan dokumen RKAB.
Selain layanan konsultasi, kegiatan ini menghadirkan Apresiasi Minerba. Program tersebut memberikan penghargaan kepada badan usaha yang menunjukkan kinerja dan kontribusi positif dalam pengelolaan subsektor mineral dan batu bara.
Kedua program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola pertambangan sekaligus mendorong peningkatan kualitas kinerja industri.
Kids’ Mining Adventure Ajak Anak Mengenal Dunia Tambang
Panitia juga menghadirkan Experience Zone dan Kids’ Mining Adventure untuk mendekatkan sektor pertambangan kepada masyarakat.
Kedua program tersebut menyasar generasi muda agar mereka dapat mengenal dunia pertambangan melalui pengalaman edukatif.
Ketua Panitia Minerba Convex 2026, Catur Gunadi, menyebut Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menyelenggarakan kegiatan ini bersama 18 asosiasi dan organisasi pendukung sektor pertambangan.
“Kami bersinergi dengan 18 asosiasi dan organisasi pendukung yang mewakili beragam bidang dalam ekosistem pertambangan mineral dan batubara,” ujar Catur.
Kolaborasi tersebut mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem pertambangan mineral dan batu bara. Sinergi ini sekaligus memperluas ruang komunikasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat.
Perkuat Nilai Tambah dan Pemberdayaan Masyarakat
Tema Minerba Convex 2026 mencerminkan arah pengelolaan pertambangan yang lebih luas. Pemerintah tidak hanya menitikberatkan produksi, investasi, dan penerimaan negara.
Pengelolaan subsektor minerba juga perlu mendorong nilai tambah, memperkuat industri nasional, serta memperluas kesempatan kerja.
Selain itu, pemerintah ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan memperoleh manfaat dari aktivitas industri tersebut.
Melalui Minerba Convex 2026, Kementerian ESDM berharap masyarakat dapat memahami perkembangan subsektor mineral dan batu bara Indonesia secara lebih dekat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan kontribusi pertambangan terhadap pembangunan nasional dan pemberdayaan masyarakat. (*)






