Tanah Datar, Javanusa—Sebanyak 744 kafilah dari 14 kecamatan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-43 Tingkat Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Pariangan. Ajang syiar Islam tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni 2026.
MTQ tahun ini mengangkat tema “MTQ Nasional sebagai Wahana Membumikan Al-Quran, Mempererat Ukhuwah Islamiyah dan Melahirkan Generasi Qurani yang Berprestasi”.
Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Quran di tengah masyarakat.
Ketua panitia pelaksana, Miza Azis, mengatakan berbagai cabang lomba akan berlangsung di 12 lokasi yang tersebar di Kecamatan Pariangan.
Venue utama berada di Lapangan Sepak Bola Nagari Simabur, sedangkan 11 lokasi lainnya tersebar di enam nagari.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Qurani.
“Melalui MTQ ini kita ingin menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup masyarakat, memperkuat persaudaraan umat Islam, sekaligus melahirkan generasi muda yang berprestasi dan berakhlak Qurani,” ujar Miza.
Bupati Tekankan Sportivitas dan Transparansi
Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan pentingnya menjaga integritas selama pelaksanaan MTQ. Ia meminta seluruh proses penilaian dilakukan secara terbuka agar hasil yang diperoleh peserta dapat dipertanggungjawabkan.
“MTQ harus dilaksanakan secara jujur, transparan dan profesional. Nilai peserta harus ditampilkan secara terbuka sehingga seluruh pihak dapat melihat hasil penilaian dengan jelas. Jangan ada sedikit pun kecurangan dalam pelaksanaannya supaya tidak timbul prasangka buruk dari para kafilah yang tampil,” tegasnya.
Eka Putra juga mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri secara maksimal dan menampilkan kemampuan terbaik selama perlombaan berlangsung.
Menurutnya, MTQ tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjadi media memperkuat persatuan dan menyebarluaskan syiar Islam di tengah masyarakat.
“MTQ bukan semata-mata mencari kemenangan, tetapi menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan syiar Islam. Saya ingin MTQ tingkat Kabupaten Tanah Datar ini menjadi contoh yang baik bagi daerah lain,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Simabur, panitia pelaksana, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk penyediaan pemondokan bagi para kafilah.
Momentum Membumikan Al-Quran
Ketua DPRD Tanah Datar turut mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan MTQ ke-43, mulai dari pemerintah daerah, LPTQ, ulama, tokoh masyarakat hingga para peserta.
Menurutnya, MTQ memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Pelaksanaan MTQ bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum membumikan Al-Quran. Lantunan ayat suci yang dikumandangkan menjadi sumber kesejukan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bentengi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif
Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Jasman Rizal, menilai MTQ memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda.
Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan masyarakat Pariangan yang terus mendukung syiar Islam melalui penyelenggaraan MTQ.
Menurut Jasman, Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo dan Pariangan sebagai salah satu nagari tertua di Minangkabau memiliki posisi penting dalam penguatan nilai keagamaan dan budaya.
“Melalui lantunan ayat suci Al-Quran, kita sedang memperkuat spiritualitas generasi muda agar tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan dan arus globalisasi,” katanya.
Jasman menambahkan, berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, balap liar, dan perilaku menyimpang lainnya perlu diantisipasi melalui penguatan pendidikan agama serta kegiatan positif bagi generasi muda.
“Mari kita hadirkan lebih banyak kegiatan positif bagi generasi muda. MTQ menjadi salah satu ikhtiar penting dalam membentuk karakter generasi yang religius, berakhlak mulia dan cinta Al-Quran,” pungkasnya.
Tanah Datar Daerah Pertama Gelar MTQ Tingkat Kabupaten di Sumbar
Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Abrar Munanda, menyebut Tanah Datar selama ini menjadi salah satu rujukan pengembangan kehidupan keagamaan di Sumatera Barat.
Ia mengungkapkan Tanah Datar menjadi kabupaten/kota pertama di Sumatera Barat yang menyelenggarakan MTQ tingkat daerah pada tahun ini.
“Berdasarkan catatan kami Tahun ini Tanah Datar menjadi kabupaten/kota pertama di Sumatera Barat yang melaksanakan MTQ tingkat daerah,” ujarnya.
Abrar berharap MTQ mampu melahirkan qari, qariah, dan peserta terbaik yang dapat memperkuat syiar Al-Quran, baik di tingkat daerah maupun provinsi.
“MTQ saat ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga upaya menggali, memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan sinergi seluruh pihak, nilai-nilai Qurani akan semakin membumi dan mewujudkan masyarakat yang madani,” tambahnya. (*/red)






