Museum Marsinah Perkuat Desa Wisata Nglundo Berbasis Sejarah dan Budaya

Penulis -

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenpar Ni Luh Puspa di depan Museum Marsinah yang baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Wisata Nglundo, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Wamenpar Ni Luh Puspa di depan Museum Marsinah yang baru saja diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Wisata Nglundo, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Kemenpar)

Nganjuk, Javanusa—Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Museum Marsinah memperkuat pengembangan Desa Wisata Nglundo sebagai destinasi berbasis sejarah dan budaya di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Penilaian itu ia sampaikan saat mengunjungi Desa Wisata Nglundo, Sabtu (16/5/2026), setelah meninjau langsung sejumlah titik penting terkait Marsinah.

“Kehadiran Museum Marsinah bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo,” kata Wamenpar saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Nglundo, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar memulai agenda dengan meninjau Monumen Marsinah yang berada di jalur provinsi Surabaya–Madiun.

Didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo, Wamenpar kemudian melanjutkan peninjauan menuju Museum Marsinah.

Kunjungan ke Rumah Keluarga Marsinah

Sebelum memasuki area museum, Wamenpar terlebih dahulu mengunjungi rumah keluarga Marsinah yang menjadi tempat kelahiran dan masa tumbuh tokoh buruh perempuan kelahiran 10 April 1969 tersebut.

Di rumah itu, Wamenpar melihat kamar tidur, ruang utama, serta berbagai dokumentasi perjalanan hidup Marsinah yang dipajang dalam bingkai besar dan deretan penghargaan dari berbagai pihak.

Koleksi Museum Marsinah

Sementara di kompleks museum yang berada berdampingan dengan rumah keluarga, Wamenpar meninjau sejumlah koleksi pribadi Marsinah yang tersimpan dan dipamerkan kepada publik.

Koleksi tersebut antara lain sepeda ontel yang pernah digunakan Marsinah, seragam pabrik, tas, dompet, ijazah sekolah, hingga berbagai catatan perjuangan yang disajikan secara informatif dan edukatif.

“Kehadiran museum ini akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat,” ujar Ni Luh Puspa.

Harapan Pengembangan Desa Wisata

Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, menyampaikan harapannya agar penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional dapat semakin meningkatkan daya tarik Desa Wisata Nglundo sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Jawa Timur.

Baca Juga :  Kemenpar Targetkan 19,1 Juta Wisman pada 2027, Fokus Perkuat Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

“Harapannya tentu, mari bersama-sama ikut meramaikan. Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami dari Pokdarwis akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo,” kata Eko.

Sebagai desa wisata rintisan, Eko mengakui pihaknya masih membutuhkan pendampingan dalam pengembangan paket wisata, peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, hingga kenyamanan wisatawan.

“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.

Eko menambahkan, pihaknya juga menjalin kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam mendukung promosi, pemasaran, serta distribusi produk desa.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan suvenir, produk kreatif, hingga paket wisata berbasis sejarah dan budaya lokal.

“Kami ingin pengunjung benar-benar merasa nyaman datang dan menikmati pengalaman wisata di Desa Wisata Nglundo,” katanya.

Turut mendampingi Wamenpar Ni Luh Puspa dalam kunjungan tersebut, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata Dwi Marhen Yono. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB