Padang, Javanusa—Musyawarah Besar Alumni Universitas Bung Hatta dijadwalkan berlangsung awal April 2026 setelah rektorat resmi membentuk Tim 9 Rekonsiliasi Organisasi Alumni.
Tim ini bertugas menyiapkan tahapan, tata tertib, dan panitia pelaksana. Langkah ini menargetkan penyatuan potensi alumni lintas angkatan dan wilayah.
Rektor Universitas Bung Hatta, Diana Kartika, menandatangani Surat Keputusan Nomor 0710/SK-1/KP-UM/1-2026 tertanggal 30 Januari 2026.
SK tersebut menetapkan Tim 9 Rekonsiliasi Potensi Organisasi Alumni. Penetapan ini menjadi dasar resmi dimulainya konsolidasi alumni.
Rektor menunjuk Miko Kamal sebagai ketua tim. Anggota tim terdiri dari Nifmarsyam, Afri Joni Zoebir, Ulul Azmi, Taufik, Naldi, Newton Nusantara, dan Hendy Luthan. Tim bekerja lintas jaringan alumni di berbagai daerah.
Tugas Tim 9 dan Tahapan Kerja
Tim 9 mengemban sejumlah mandat strategis dari rektorat. Mereka melakukan inventarisasi dan pemetaan potensi serta aspirasi alumni di berbagai angkatan dan wilayah. Selain itu, tim menyusun mekanisme, tata tertib, dan tahapan pelaksanaan musyawarah besar.
Tim juga bertugas membentuk panitia musyawarah besar alumni. Mereka memfasilitasi pelaksanaan forum sampai terbentuknya kepengurusan alumni yang sah dan diakui. Seluruh proses diarahkan berjalan terbuka dan partisipatif.
Ketua Tim 9, Miko Kamal, mengatakan tim langsung bergerak setelah SK terbit. Hingga pertengahan Februari 2026, tim telah menggelar dua pertemuan dan satu audiensi resmi. Pertemuan dilakukan secara daring dan luring.
Rapat daring berlangsung pada 4 Februari 2026. Pertemuan tatap muka digelar pada 14 Februari 2026. Sementara audiensi dengan rektorat dan yayasan terlaksana pada 13 Februari 2026 di Kampus I UBH Padang.
Audiensi dihadiri unsur pimpinan kampus dan yayasan pendidikan. Agenda utama membahas arah rekonsiliasi dan desain musyawarah besar alumni. Hasilnya, seluruh pihak sepakat mempercepat konsolidasi organisasi alumni.
Target Musyawarah Besar Awal April 2026
Miko Kamal menyebut rekonsiliasi menjadi kebutuhan mendesak bagi alumni dan kampus. Saat ini jumlah alumni UBH diperkirakan mencapai sekitar 60.000 orang. Mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
“Dari tiga pertemuan, kami sepakat rekonsiliasi alumni adalah keharusan untuk kemajuan kampus, mahasiswa, dan jaringan alumni. Kami menargetkan musyawarah besar digelar awal April untuk memilih ketua alumni definitif,” ujarnya.
Rektor menyampaikan harapan agar seluruh alumni bersatu melalui forum resmi. Menurutnya, kekuatan alumni dapat memperbesar kontribusi kampus bagi masyarakat. Sinergi alumni juga dinilai penting untuk penguatan jejaring profesional dan sosial.
Pihak kampus mendorong partisipasi aktif alumni di semua angkatan. Dengan musyawarah besar, struktur organisasi diharapkan menjadi lebih solid dan representatif. Forum ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi alumni tingkat nasional. (*/red)






