Muzdalifah Sudah Steril, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Kini Berada di Mina

Penulis -

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj RI memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji (Armuzna) berlangsung lancar, tertib, dan terkendali. (Foto: Kemenhaj)

Kemenhaj RI memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji (Armuzna) berlangsung lancar, tertib, dan terkendali. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berlangsung lancar, tertib, dan terkendali.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan seluruh jemaah haji Indonesia telah berangkat dari Arafah menuju Muzdalifah, lalu tiba di Mina. Jemaah melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Sinergi Petugas dan Kedisiplinan Jemaah Jadi Kunci

Maria menjelaskan keberhasilan proses Armuzna berasal dari sinergi petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, dan kedisiplinan jemaah. Semua pihak mengikuti arahan selama fase puncak haji.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.

Fokus Layanan di Mina dan Penguatan Petugas

Maria menyampaikan Kemenhaj kini memusatkan layanan pada pendampingan jemaah di Mina. Fokus utama mencakup pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari tasyrik berikutnya.

Sebanyak 751 petugas haji bertugas di Mina. Petugas ditempatkan di tenda jemaah dan pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat. Kemenhaj juga menempatkan petugas di Masjidil Haram.

Petugas terbagi dalam 10 satuan ad-hoc. Setiap satuan bertanggung jawab atas 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.

Baca Juga :  Pelayanan Armuzna 2026 Lebih Tertib, Jemaah Haji Indonesia Lebih Nyaman di Mina

“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.

Imbauan Keselamatan dan Pengaturan Waktu Lontar Jumrah

Kemenhaj mengimbau jemaah mematuhi jadwal lontar jumrah dan tidak memaksakan diri saat cuaca panas.

“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.

Jemaah juga diminta menggunakan jalur dua atau jalur atas sebagai rute resmi menuju Jamarat. Langkah ini mendukung kelancaran arus dan mengurangi kepadatan.

Jaga Kesehatan Jemaah Selama Fase Mina

Maria mengingatkan jemaah menjaga kesehatan selama berada di Mina. Ia meminta jemaah memperbanyak minum air putih dan makan teratur.

Jemaah juga perlu memakai payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda. Aktivitas fisik di luar ibadah juga perlu dibatasi.

“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.

Ucapan Iduladha dan Doa untuk Jemaah

Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kemenhaj menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam.

“Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar
Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru