Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang kembali menggelar operasi pasar sebagai langkah konkret menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Program ini menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Operasi pasar dijadwalkan berlangsung Kamis (29/1/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Gedung M Sjafei, dan terbuka untuk seluruh masyarakat Padang Panjang.
Pengendalian inflasi menjadi fokus Pemko Padang Panjang menyusul fluktuasi harga kebutuhan pokok di awal 2026. Operasi pasar efektif menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kelompok masyarakat rentan.
Kegiatan ini dikoordinasikan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperdakop UKM) Kota Padang Panjang. Pelaksanaan menggandeng Perum Bulog Cabang Bukittinggi, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta UP2K TP PKK.
Kolaborasi Bulog dan Pelaku Lokal
Keterlibatan Bulog memastikan ketersediaan komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng. Sementara KWT dan UP2K berperan menghadirkan produk pertanian dan pangan olahan lokal.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat kota.
Berikut komoditas dan harga yang ditawarkan dalam operasi pasar:
Harga Bahan Pokok
-
- Beras Anak Daro: Rp16.350/kg
- Beras Premium Pamanukan: Rp15.500/kg
- Beras SPHP: Rp62.500/5 kg
- Minyak Goreng Befood Premium: Rp18.500/liter
- MinyaKita Botol: Rp18.000/liter
- MinyaKita Curah: Rp15.700/liter
- Gula Pasir Rosebrand: Rp18.000/kg
Harga tersebut berada di bawah harga pasar rata-rata di Kota Padang Panjang per Januari 2026.
Selain sembako, operasi pasar juga menghadirkan hasil pertanian segar dan produk olahan dari KWT dan UP2K TP PKK Kota Padang Panjang.
Produk lokal ini diharapkan mampu menambah pilihan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemko memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Operasi Pasar Bantu Warga Menengah ke Bawah
Kepala Bidang Perdagangan Disperdakop UKM Kota Padang Panjang, Rahmi, mengatakan operasi pasar menjadi solusi langsung bagi masyarakat menghadapi kenaikan harga.
“Operasi pasar ini merupakan langkah nyata Pemko membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah,” ujar Rahmi.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga membuka akses pasar bagi produsen lokal.
“Produsen komoditas lokal mendapat ruang untuk memasarkan hasil pertanian yang mereka produksi,” katanya.
Rahmi menyebutkan, antusiasme warga pada pelaksanaan operasi pasar sebelumnya tergolong tinggi. Hal tersebut menjadi indikator kuat bahwa program ini tepat sasaran.
Pemko Padang Panjang berharap operasi pasar berkelanjutan dapat menjaga stabilitas harga dan memperkuat ekonomi lokal secara simultan. (*/red)






