Makkah, Javanusa—Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina.
Langkah ini untuk mengoptimalkan layanan perlindungan dan pembinaan jemaah. Fokus utama diberikan kepada jemaah lansia dan sakit saat puncak haji.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) serta Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menyampaikan pembentukan tim ini. Ia menegaskan tim berisi personel Pelindungan Jemaah (Linjam) berpengalaman.
Personel tersebut telah memiliki pengalaman minimal satu kali operasional haji sebelumnya.
Penugasan Personel di Mina
“Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba,” ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan Mina menuju Jamarat, Minggu (17/5/2026).
Tugas dan Pergerakan Jemaah
Harun menjelaskan tugas utama Timsus Mina mencakup pengawasan, penyambutan, dan pemantauan pergerakan jemaah. Mereka mengawal jemaah yang tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.
Selain itu, tim juga bersiap menyambut jemaah dengan skema murur yang melintas dari Arafah. Fase kedatangan di Mina menjadi periode krusial. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan serta kelelahan fisik jemaah.
Pemetaan Wilayah Maktab
Harun menyebutkan sebagian besar jemaah haji Indonesia berada di Zona 3 dan Zona 5. Lokasi tersebut berada dekat Terowongan Muaisim.
Jemaah terbagi ke dalam 61 markas. Pembagian itu mencakup maktab kecil di area bawah hingga maktab besar di area atas.
Skema Tanazul di Mina
Untuk skema tanazul atau kepulangan langsung ke hotel setelah lempar jumrah Aqobah, rencana penempatan berada di Zona 5. Saat ini, skema tersebut masih dalam tahap perumusan akhir sebelum diumumkan secara serentak.
Imbauan Pergerakan Jemaah
Harun juga mengimbau jemaah yang berada di tenda Mina agar tidak berpindah lantai saat pelaksanaan melontar jumrah. Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim,” tegas Harun.
Jarak Perjalanan dan Harapan Layanan
Jarak perjalanan bolak-balik melalui dua Terowongan Muaisim diperkirakan sekitar 4,5 kilometer. PPIH berharap kesiapan Timsus Mina dan pengaturan jalur dapat mendukung kelancaran puncak haji.
Dengan penguatan layanan ini, seluruh rangkaian puncak ibadah haji diharapkan berjalan aman, efektif, dan efisien. (*/red)






