Madinah, Javanusa—Madinah Al Munawarah bersiap menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia. Kota ini menyiapkan layanan penginapan agar jemaah beristirahat nyaman dan beribadah dengan khusyuk.
Sebanyak 103 ribu jemaah haji Indonesia pada gelombang pertama akan tiba di Madinah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan 118 hotel di tiga wilayah, yaitu Syamaliah (utara), Janubiyah (selatan), dan Gharbiyah (barat).
Kemenhaj menyesuaikan penempatan jemaah dengan kapasitas hotel yang beragam. Setiap hotel memiliki daya tampung berbeda sehingga penempatan harus mengikuti kondisi di lapangan.
Dalam situasi ini, sebagian jemaah dalam satu kloter dapat menempati hotel berbeda. Meski begitu, Kemenhaj tetap menjaga kesetaraan layanan bagi seluruh jemaah tanpa pengecualian.
Standar Layanan Tetap Sama di Seluruh Hotel
Kasi Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Mutaqin, menegaskan bahwa seluruh jemaah menerima layanan dengan standar yang sama.
“Seluruh layanan yang kita berikan kepada jemaah itu sama. Mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, hingga layanan ibadah seperti ziarah, semuanya sudah distandarkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan layanan tersebut mencakup konsumsi, transportasi, pengangkutan koper, hingga kegiatan ibadah seperti city tour dan ziarah Raudhah. Semua jemaah tetap mendapatkan layanan optimal.
Kemenhaj juga menyamakan standar fasilitas hotel, meski kualitasnya bervariasi dari bintang tiga hingga mendekati bintang empat.
“Memang hotelnya berbeda, tetapi standar layanannya sama. Bahkan ada hotel dengan fasilitas mendekati haji khusus, meski jemaahnya reguler,” jelasnya.
Jemaah Keluarga dan Lansia Tetap Diprioritaskan
Kemenhaj berupaya menjaga jemaah dalam satu keluarga tetap bersama. Suami istri serta jemaah lansia bersama pendamping tidak terpisah dalam penempatan hotel.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Kemenhaj berharap jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk selama di Madinah. (*/red)






