Jakarta, Javanusa—Pemerintah Kota Padang semakin serius menggarap potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kuliner.
Keseriusan ini diwujudkan melalui kunjungan kerja dan audiensi Wali Kota Padang, Fadly Amran, beserta delegasi ke Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI di Jakarta.
Pertemuan strategis ini merupakan langkah konkret sekaligus tindak lanjut dari Adendum Berita Acara Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).
Dalam adendum tersebut, Kota Padang telah menyepakati perubahan fokus pengembangan dari subsektor seni pertunjukan menjadi subsektor kuliner.
Target utamanya adalah mematangkan persiapan Kota Padang untuk maju sebagai perwakilan Indonesia dalam jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network) kategori City of Gastronomy pada tahun 2027 mendatang.
“Kuliner kita bukan cuma soal rasa, tetapi juga lokomotif ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, kita harus melakukan persiapan matang dan aksi nyata agar Padang siap menjadi City of Gastronomy UNESCO di tahun 2027,” ujar Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam keterangannya seusai pertemuan.
Langkah akselerasi ini tidak dilakukan oleh pemerintah kota sendirian. Dalam audiensi tersebut, jajaran eksekutif, pakar, dan praktisi turut hadir memperkuat delegasi.
Wali Kota Padang didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yeni Yuliza, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Wirdanis, Dewan Pakar Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Haris Satria, serta Ramani yang hadir mewakili komunitas kuliner lokal.
Sinergi pentahelix ini semakin lengkap dengan adanya dukungan penuh dari unsur legislatif yang turut mengawal jalannya audiensi.
Tampak hadir dalam rombongan tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Nanda Satria, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar Doni Harsiva Yandra, serta Anggota DPRD Kota Padang Argi Putra Finalo.
Kehadiran para wakil rakyat ini menegaskan komitmen parlemen dalam memfasilitasi regulasi dan anggaran bagi pengembangan ekosistem kreatif di daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, menegaskan kesiapan daerah tidak lepas dari kolaborasi yang harmonis dengan para pelaku usaha kuliner di akar rumput.
“Kami di dinas pariwisata bersama teman-teman dari komunitas kuliner dan dewan pakar siap mengawal proses ini dari hulu ke hilir. Dukungan penuh dari kementerian serta jajaran legislatif pada hari ini menjadi dorongan moral dan teknis yang sangat besar bagi kelancaran program kami di daerah,” kata Yenni.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, hingga komunitas penggerak ekonomi kreatif, Kota Padang optimistis dapat membawa warisan cita rasa Nusantara ke panggung dunia.
Hal ini diyakini tidak hanya akan mengharumkan nama bangsa, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat lokal. (*/red)






