Padang Pariaman Terima Rp12,5 Miliar dari Kementan untuk Pemulihan Lahan Pertanian Pascabencana

Penulis -

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Diskominfo Padang Pariaman)

Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp12,5 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk mendukung pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Dana tersebut disalurkan melalui skema tugas pembantuan pada Satker XIII Provinsi Sumatera Barat dalam bentuk program bantuan pemerintah.

Anggaran digunakan untuk enam kegiatan utama, yakni optimalisasi lahan sawah non rawan bencana, rehabilitasi lahan terdampak bencana, pembangunan dam parit, irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, serta perbaikan jaringan irigasi tersier di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Program bantuan ini menyasar kelompok tani di 17 kecamatan, baik kategori terdampak bencana maupun reguler. Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Salah satu program yang telah memasuki tahap penetapan adalah Optimasi Lahan Sawah Terdampak Bencana (Oplah Bencana). Program ini mencakup 18 kelompok tani di 9 kecamatan dengan total luasan 446 hektare. Lahan tersebut merupakan sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi, dengan kerusakan ringan berupa sedimentasi setinggi sekitar 10–30 sentimeter serta gangguan pada jaringan irigasi tersier.

Fokus pada Pengerukan dan Perbaikan Irigasi

Dalam pelaksanaannya, Oplah Bencana mencakup dua kegiatan utama, yaitu pengerukan sedimentasi pada lahan sawah dan saluran irigasi tersier, serta perbaikan jaringan irigasi tersier yang rusak.

Perbaikan difokuskan pada jaringan irigasi tersier karena menjadi kewenangan Kementerian Pertanian dalam program pemulihan lahan pertanian.

Selain itu, terdapat pula program rehabilitasi lahan untuk sawah dengan tingkat kerusakan sedang, ditandai sedimentasi lebih tebal, yakni di atas 30 sentimeter hingga 100 sentimeter.

Program ini telah ditetapkan untuk 17 kelompok tani dengan total luasan 198 hektare, sesuai ketentuan juknis dengan minimal luasan terdampak 5 hektare.

Jadwal Pelaksanaan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri Satria, menjelaskan bahwa kegiatan optimasi lahan sawah terdampak bencana direncanakan mulai dilaksanakan awal Maret, sementara rehabilitasi lahan dijadwalkan dimulai setelah Idulfitri.

Baca Juga :  Kunjungi Dharmasraya, Wagub Vasko Ruseimy Serahkan Bantuan Masjid dan Tas Sekolah

Pasca-Lebaran, pemerintah daerah juga akan melaksanakan kegiatan pendukung, antara lain pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi tersier, serta dam parit untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Program pemulihan ini diharapkan dapat membantu kelompok tani mengaktifkan kembali lahan pertanian yang sempat tidak produktif akibat bencana.

Pada tahap awal, lahan yang belum dapat difungsikan sebagai sawah masih dapat dimanfaatkan untuk komoditas lain, seperti jagung, guna menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah kepemimpinan John Kenedy Azis dalam pemulihan sektor pertanian pascabencana. (*/red)

Berita Terkait

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027
Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru