Padang, Javanusa—Kota Padang terpilih sebagai salah satu dari 15 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat.
Program ini bertujuan meningkatkan layanan pengelolaan sampah perkotaan di daerah terpilih di seluruh Indonesia.
“Kami ingin membentuk budaya minim sampah yang dimulai dari masyarakat sendiri,” ujar Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, dalam Lokakarya Pelaksanaan Penguatan Peran Aktif Masyarakat terhadap Sistem Pengelolaan Sampah Kota Padang, Selasa (12/8/2025).
Kepala Bidang Program Pengembangan, Komunikasi, dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fuad Syukri, mengatakan pihaknya terus memperkuat kapasitas Layanan Pengangkutan Sampah (LPS), Bank Sampah, dan mitra binaan Pemko.
Upaya ini diharapkan membuat pengelolaan sampah dari sumber berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah gerakan Padang Mamilah (Mari Pilah Sampah), yang mendorong pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga, sekolah, hingga kantor.
Gerakan ini bertujuan menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan mempermudah proses pengolahan di TPA maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang akan dibangun.
Puncak program akan digelar melalui Mamilah Fest 2025 bertema Padang Goes to Zero Waste pada Sabtu, 16 Agustus 2025 di Taman Museum Adityawarman.
Festival ini menghadirkan pameran pengelolaan sampah oleh komunitas, talkshow interaktif, serta hiburan.
Selain itu, acara ini juga menjadi momentum penandatanganan Komitmen Bersama Pemangku Kepentingan Kota Padang yang melibatkan Pemko, DPRD, BUMN/BUMD, pihak swasta, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Ketua Tim Padang Mamilah, Ivan Firman Somantri, berharap kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat luas mengenai pengelolaan sampah di berbagai lingkungan.
“Gerakan ini adalah langkah nyata menuju Kota Padang yang bersih, sehat, indah, dan nyaman, sejalan dengan visi Smart City dan Kota Sehat berbasis agama dan budaya,” ujarnya. (*/red)






