Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif, Kunjungan Wisman Tembus 6,07 Juta dan Okupansi Hotel Meningkat

Penulis -

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan sepanjang 2026. (Foto: Kemenpar)

Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan sepanjang 2026. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan tren pemulihan sepanjang 2026.

Hingga Mei, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), surplus kunjungan wisatawan. Serta tingkat okupansi hotel sama-sama mencatatkan pertumbuhan, memperkuat posisi pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan sektor pariwisata di tengah dinamika geopolitik global.

Menurutnya, perjalanan wisatawan domestik masih menjadi penopang utama, sementara minat wisatawan asing terhadap Indonesia tetap tumbuh.

“Capaian ini menjadi indikator bahwa pariwisata Indonesia memiliki daya tahan. Sekaligus tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang penting,” kata Widiyanti saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Data Kemenpar menunjukkan jumlah kunjungan wisman pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan. Naik 5,83 persen dibandingkan Mei 2025 yang tercatat 1,31 juta kunjungan.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total kunjungan wisatawan asing mencapai 6,07 juta. Meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian Mei 2026 merupakan capaian kunjungan tertinggi sepanjang tahun berjalan. Ini menunjukkan minat wisatawan asing terhadap Indonesia tetap kuat,” ujar Widiyanti.

Asia Tenggara Jadi Penyumbang Pertumbuhan Terbesar

Kenaikan kunjungan wisatawan asing terutama berasal dari kawasan Asia Tenggara. Jumlah wisatawan dari kawasan ini meningkat 11,06 persen, dari 547.521 kunjungan pada Mei 2025 menjadi 608.076 kunjungan pada Mei 2026.

Selain Asia Tenggara, pertumbuhan juga terjadi pada pasar Timur Tengah sebesar 5,67 persen, Asia lainnya 5,37 persen, Oseania 4,69 persen, Afrika 3,72 persen, dan Amerika 1,13 persen.

Sementara itu, pasar Eropa mengalami penurunan 5,91 persen akibat dampak ketidakpastian geopolitik global.

Baca Juga :  Pilkada 2024, Pemko Padang Kucurkan Rp46 M untuk KPU dan Bawaslu Rp10,7 M

Widiyanti menjelaskan, capaian tersebut sejalan dengan strategi adaptif Kemenpar yang memperkuat pasar short-haul dan medium-haul, tanpa mengabaikan pasar jarak jauh yang memberikan kontribusi belanja wisatawan lebih besar.

Perjalanan Wisata Domestik Terus Menguat

Perjalanan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, masyarakat Indonesia melakukan 106,16 juta perjalanan, meningkat 8,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 97,67 juta perjalanan.

Lonjakan tersebut didorong momentum libur nasional dan cuti bersama yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata di dalam negeri.

Secara kumulatif, perjalanan wisnus sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, naik 2,86 persen dibandingkan 508,67 juta perjalanan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perjalanan ke Luar Negeri Turun, Surplus Wisatawan Meningkat

Berbeda dengan tren wisata domestik, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri justru mengalami penurunan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan jumlah perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri pada Mei 2026 tercatat 550.382 perjalanan, turun 6,05 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 585.800 perjalanan.

Selama Januari hingga Mei 2026, total perjalanan wisnas mencapai 3,69 juta, atau turun 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,84 juta perjalanan.

“Penurunan perjalanan ke luar negeri terjadi bersamaan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi dalam negeri tetap kuat dan semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia,” kata Ni Luh Puspa.

Menurutnya, kondisi tersebut turut menghasilkan surplus kunjungan wisatawan. Pada Mei 2026, Indonesia mencatat surplus 0,83 juta kunjungan, sedangkan secara kumulatif Januari-Mei surplus mencapai 2,37 juta kunjungan.

“Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Puskesmas Andalas Raih Akreditasi Paripurna
Okupansi Hotel Terus Pulih

Perbaikan juga terlihat pada sektor akomodasi. Tingkat okupansi hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 50,76 persen. Meningkat 2,48 poin persentase dibandingkan Mei 2025 yang berada di angka 48,28 persen.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, rata-rata okupansi hotel berbintang mencapai 46,99 persen. Naik 2,14 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 44,85 persen.

“Okupansi hotel yang membaik menjadi sinyal positif bagi ekosistem pariwisata karena berhubungan langsung dengan pergerakan wisatawan, pendapatan pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas ekonomi pendukung di destinasi,” kata Ni Luh Puspa. (*)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB