Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang kembali menggelar Pasa Pabukoan atau pasar takjil selama bulan Ramadan di kawasan RTH Imam Bonjol.
Kegiatan Pasa Pabukoan mulai digelar sejak hari pertama puasa. Dinas Perdagangan Kota Padang menyiapkan sarana jualan bagi pelaku UMKM kuliner. Lokasi dipilih karena strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kota Padang, Negsih, mengatakan seluruh persiapan sudah dilakukan sebelum Ramadan. Pemerintah menargetkan aktivitas jual beli berjalan tertib dan nyaman. Pengaturan lapak juga dibuat seragam.
“Kami menggelar Pasa Pabukoan di RTH Imam Bonjol. Sebanyak 39 meja kami siapkan bagi pedagang,” ujar Negsih, Selasa (17/2/2026).
Puluhan Pedagang Takjil Isi Lapak
Sebanyak 39 pedagang kuliner mengisi meja yang telah disediakan. Mereka menjual beragam menu pabukoan khas Minang dan nusantara. Variasi produk diharapkan menarik minat pengunjung setiap sore.
Menu yang tersedia antara lain es cendol, lopis, serabi, aneka gorengan, hingga gulai kambing. Selain itu, tersedia juga minuman segar dan jajanan tradisional. Harga ditargetkan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dinas Perdagangan menilai pasar takjil terpusat membantu pedagang mendapatkan pembeli lebih stabil. Di sisi lain, pembeli lebih mudah menemukan pilihan menu berbuka. Pola ini sudah diterapkan beberapa tahun terakhir.
Standar Kebersihan dan Keamanan Diperketat
Pemerintah mewajibkan pedagang menjaga kualitas dan keamanan pangan. Setiap lapak harus menutup makanan dan minuman yang dijual. Pedagang juga diminta menyediakan tempat sampah mandiri.
“Kami minta seluruh pedagang menutup dagangannya agar tetap higienis. Setiap pedagang juga wajib menyiapkan tong sampah,” kata Negsih.
Petugas kebersihan akan mengangkut sampah pedagang setiap malam. Pengamanan lokasi turut melibatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja. Pengawasan dilakukan untuk memastikan ketertiban selama jam operasional.
Kolaborasi Perbankan dan Potensi Omzet
Tahun ini, penyelenggaraan Pasa Pabukoan melibatkan dukungan dari Bank Nagari dan Bank Indonesia. Kolaborasi tersebut membuat penataan kawasan lebih rapi dan menarik. Fasilitas pendukung juga ditingkatkan.
Berdasarkan data penyelenggaraan tahun lalu, total omzet pedagang hampir menembus Rp1 miliar selama Ramadan. Pemerintah berharap nilai transaksi tahun ini meningkat. Dengan konsep terpusat, Pasa Pabukoan ditargetkan menjadi ikon wisata kuliner Ramadan di Kota Padang. (*/red)






