Padang Pariaman, Javanusa—Kebakaran melanda kawasan Pasar Ampalu di Korong Ampalu, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (2/6/2026) dini hari. Peristiwa itu menghanguskan sedikitnya lima kios milik pedagang.
Warga mengetahui kebakaran ketika api sudah membesar dan membakar sejumlah bangunan di area pasar. Setelah itu, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Padang Pariaman.
Petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 03.30 WIB. Lima menit kemudian, armada pemadam berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.50 WIB untuk melakukan pemadaman.
Damkar Kerahkan Sejumlah Armada
Untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar, Damkar Padang Pariaman mengerahkan sejumlah armada dari berbagai posko. Petugas menurunkan armada 05 dari Posko Lubuk Alung, armada 07 dari Posko Limpato, dan armada 08 dari Posko Sungai Limau.
Selain itu, proses penanganan juga mendapat dukungan personel dan armada dari Damkar Kota Pariaman.
Komandan Regu Wilayah I Damkar Padang Pariaman, Satria Buana Putra, mengatakan petugas langsung melakukan lokalisasi agar api tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar pasar.
“Kami membagi personel untuk melokalisasi area kebakaran sehingga api tidak merembet ke bangunan lainnya. Proses pemadaman hingga pendinginan berhasil diselesaikan sekitar pukul 06.55 WIB,” ujar Satria, Selasa (2/6/2026).
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp1,5 Miliar
Selain menghanguskan lima kios, kebakaran juga merusak satu unit mobil dan satu unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi. Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Lima pedagang tercatat terdampak langsung dalam kejadian ini. Mereka adalah Zainal (50), Kutar (65), Buih (66), Anuar (62), dan Janimar (70). Seluruhnya menjalankan usaha di Pasar Ampalu.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian bersama pihak terkait terus mengumpulkan keterangan dan melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber api yang memicu kebakaran tersebut. (*/red)






