Pascagempa NTT, Lebih dari 5.000 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Penulis -

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Javanusa—Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi.

Hingga Minggu (16/8), penanganan darurat masih berlangsung setelah bencana menewaskan 47 orang dan merusak ratusan bangunan.

Berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, Kabupaten Sikka mencatat jumlah pengungsi terbesar. Sebanyak 3.356 jiwa kini berada di sejumlah lokasi pengungsian.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.356 warga menempati GOR Samador. Sementara itu, 2.000 warga lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik.

Kabupaten Manggarai menyusul dengan 2.078 pengungsi. Warga terdampak juga masih bertahan di Kabupaten Nagekeo dengan jumlah sekitar 500 jiwa.

Selain wilayah di NTT, pengungsi juga tercatat di Bima dan Kepulauan Selayar.

Kebutuhan Pengungsi Mendesak

Kebutuhan dasar menjadi fokus utama dalam penanganan pascagempa NTT. Pemerintah dan tim penanganan bencana terus berupaya memenuhi kebutuhan para penyintas.

Di Kabupaten Manggarai, pengungsi membutuhkan puluhan tenda darurat untuk menunjang tempat tinggal sementara. Mereka juga memerlukan 30 ton beras, obat-obatan, serta perlengkapan tidur.

Bantuan yang dibutuhkan mencakup 1.000 selimut, 1.000 velbed, dan 1.000 lembar tikar. Pasokan air bersih melalui tandon serta genset juga menjadi kebutuhan mendesak.

Kondisi tersebut semakin berat karena gempa utama memicu ratusan kali guncangan susulan. Hingga pembaruan data terakhir, tercatat 341 aktivitas gempa susulan.

Gempa NTT Tewaskan 47 Orang

Dampak paling parah terlihat dari jumlah korban jiwa. Gempa tersebut telah menyebabkan 47 orang meninggal dunia di sejumlah wilayah NTT.

Kabupaten Manggarai mencatat korban meninggal terbanyak dengan 23 jiwa. Berikutnya, Manggarai Timur mencatat 17 korban meninggal.

Korban lainnya berasal dari Sikka sebanyak empat jiwa. Manggarai Barat, Ende, dan Nagekeo masing-masing mencatat satu korban meninggal.

Baca Juga :  Kenakan Rompi Merah Muda dan Diborgol, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung

Selain korban meninggal, sedikitnya 101 warga mengalami luka-luka. Tingkat keparahan luka para korban berbeda-beda.

Gempa yang berpusat di laut itu juga menimbulkan kerusakan besar pada rumah dan fasilitas publik. Data sementara menunjukkan ratusan bangunan mengalami kerusakan.

Di NTT, sebanyak 914 rumah mengalami rusak berat. Sebanyak 126 rumah rusak sedang dan 317 lainnya mengalami rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum. Tercatat 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah mengalami kerusakan.

Pemerintah Siapkan Status Tanggap Darurat

Pemerintah Provinsi NTT kini memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat. Status tersebut direncanakan berlaku selama 14 hari.

Sejumlah pemerintah kabupaten terdampak juga telah menetapkan status kedaruratan. Langkah itu disertai pembentukan pos komando untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Kabupaten Manggarai menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari. Masa berlaku berlangsung dari 15 Agustus hingga 13 November 2026.

Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 319 Tahun 2026. Pemerintah daerah kemudian membentuk pos komando melalui Keputusan Bupati Nomor 320 Tahun 2026.

Sementara itu, Kabupaten Ngada menetapkan masa Tanggap Darurat Bencana selama 30 hari. Periode tersebut berlangsung dari 15 Agustus hingga 15 September 2026.

Pemerintah Kabupaten Ngada juga membentuk Pos Komando melalui Keputusan Bupati Nomor 441 dan Nomor 442/KEP/HK/2026.

Kabupaten Manggarai Timur mengambil langkah berbeda. Pemerintah daerah menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 4 September 2026.

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026.

Tim Gabungan Sisir Wilayah Terdampak

Di lapangan, tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan penyisiran. Mereka mendata sekaligus memverifikasi dampak gempa di sejumlah lokasi.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Sumbar pada 21–24 Oktober 2026

Layanan kesehatan juga mendapat penguatan untuk menangani korban dan penyintas. Rumah Sakit Lapangan telah berdiri dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, akses transportasi untuk kebutuhan logistik dan evakuasi terus dipantau. Jalur lintas darat Larantuka-Maumere kini sudah kembali terhubung dan dapat dilalui.

Namun, akses jalan yang menghubungkan Ende dan Nagekeo masih terputus. Tim penanganan terus mencari jalur alternatif untuk menjaga distribusi bantuan dan mobilitas evakuasi. (*)

Berita Terkait

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita
Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan
Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan
BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal
Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang
Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib
Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin
Balita Hilang Tiga Hari di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal, 200 Meter dari Lokasi Awal

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru