Padang, Javanusa—Sistem kelistrikan di Sumatera Barat hingga Sabtu (23/5/2026) masih belum sepenuhnya pulih pascagangguan.
Kondisi pasokan listrik baru mencapai sekitar 70 persen dari total daya mampu sistem, sehingga PLN masih menghadapi defisit daya sekitar 240 MW yang berpotensi memicu pemadaman bergilir atau manual load shedding jika pasokan tambahan tidak segera terpenuhi.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat menyampaikan proses pemulihan sistem saat ini masih berlangsung dan sangat bergantung pada stabilitas pasokan dari jaringan interkoneksi serta kesiapan pembangkit lokal.
PLN masih menunggu tambahan pasokan daya dari system kelistrikan Sumatera Bagian Selatan (SBS) hingga pukul sekitar pukul 19.00 WIB. Serta proses sinkronisasi pembangkit PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin yang ditargetkan sinkron hingga pukul 21.00 WIB.
“Apabila kondisi tersebut belum dapat terpenuhi sesuai kebutuhan system maka akan dilakukan manajemen beban (manual load shedding/MLS) sementara di sejumlah wilayah di Sumatera Barat guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan,” demikian keterangan resmi manajemen PLN UID Sumbar, Sabtu (23/5).
PLN juga menyampaikan jadwal pemadaman bergilir akan diumumkan lebih lanjut apabila skema tersebut benar-benar diberlakukan di lapangan.
Hingga saat ini, PLN masih terus melakukan upaya pemulihan agar pasokan Listrik dapat kembali normal secepatnya. PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan dan ketidaknyamanan yang terjadi selama proses normalisasi system kelistrikan berlangsung. (*/red)






