Pemerintah Amankan 141 Juta Ton Batubara untuk PLN, Ekspor Kembali Berjalan Normal  

Penulis -

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia. (Foto: IG @dwi_anggia)

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia. (Foto: IG @dwi_anggia)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memastikan pasokan batubara untuk pembangkit listrik nasional tetap aman setelah mengamankan sekitar 141 juta metrik ton (MT) batubara bagi kebutuhan PT PLN (Persero).

Seiring membaiknya pasokan dalam negeri, ekspor batubara yang sebelumnya sempat ditahan kini kembali berjalan normal.

Pemerintah terus menjaga ketahanan energi nasional dengan memastikan kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik terpenuhi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sekitar 141 juta MT batubara telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan energi primer PT PLN (Persero). Jumlah itu mendekati total kebutuhan sepanjang tahun yang mencapai 154 juta MT.

Sebelumnya, pemerintah sempat menahan sementara pengiriman ekspor sejumlah jenis batubara. Kebijakan itu dilakukan agar kebutuhan batubara domestik. Khususnya dengan spesifikasi kalori yang dibutuhkan pembangkit listrik PLN, tetap terpenuhi.

Ekspor Batubara Sudah Kembali Normal

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan penyesuaian volume ekspor dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional PLN.

Setelah kondisi pasokan dalam negeri membaik, aktivitas ekspor kini telah kembali berlangsung secara normal.

“Langkah ini diambil sebagai bagian dari fungsi pengawasan Kementerian ESDM sebagai regulator. Seiring dengan membaiknya kondisi pasokan dalam negeri, kegiatan ekspor batubara kini telah berjalan kembali secara normal,” ujar Anggi di Jakarta, Jumat (26/6).

Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga memperkuat sistem pengawasan pengadaan energi primer PLN. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko gangguan pasokan listrik pada masa mendatang.

Pengawasan akan dilakukan oleh tim yang melibatkan BPKP, Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, serta PT PLN.

Menurut Anggi, pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kewajiban Pasokan Dalam Negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Banyak Diminati Pelanggan, PLN Kembali Gelar Promo Tambah Daya Listrik Hanya Rp202.400

“Langkah pengawasan yang akan dilakukan oleh tim dari BPKP, Kementerian ESDM, dan PLN, dilakukan untuk memastikan kewajiban DMO, dilaksanakan dengan semestinya untuk memastikan ketersediaan pasokan batubara untuk tenaga listrik,” jelas Anggi.

Pemerintah Fokus Menegakkan Aturan DMO

Kementerian ESDM menegaskan tidak ada kebijakan baru terkait pembatasan ekspor batubara. Pemerintah saat ini lebih memprioritaskan pelaksanaan dan pengawasan terhadap regulasi yang telah berlaku.

Salah satu dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Regulasi tersebut mengatur pelaksanaan kewajiban Pasokan Dalam Negeri (DMO) untuk menjamin ketersediaan batubara bagi kebutuhan listrik nasional. (*/red)

Berita Terkait

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB