Pemerintah Gandeng Industri Percepat Elektrifikasi Nasional, Target 100 Persen pada 2029

Penulis -

Kamis, 16 April 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri ESDM Yuliot saat kunjungan ke salah satu industri manufaktur peralatan listrik dan pencahayaan di Tangerang. (Foto: Kementerian ESDM)

Wakil Menteri ESDM Yuliot saat kunjungan ke salah satu industri manufaktur peralatan listrik dan pencahayaan di Tangerang. (Foto: Kementerian ESDM)

Tangerang, Javanusa—Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan industri dalam negeri untuk mempercepat elektrifikasi nasional, meningkatkan efisiensi energi, serta memperkuat penggunaan produk dalam negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan ke salah satu industri manufaktur peralatan listrik dan pencahayaan di Tangerang.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesiapan industri nasional dalam mendukung program strategis sektor ketenagalistrikan.

Target Elektrifikasi 100 Persen pada 2029

Dalam kesempatan itu, Yuliot menjelaskan pemerintah berfokus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional yang saat ini telah mencapai sekitar 98 persen. Pemerintah menargetkan capaian tersebut meningkat menjadi 100 persen pada 2029.

“Saat ini rasio elektrifikasi kita sekitar 98%. Kita dari tahun 2025 sudah mulai, sampai dengan 2029 kita akan mentargetkan elektrifikasi untuk seluruh wilayah sekitar 100%. Jadi ini tidak ada lagi daerah-daerah yang gelap. Jadi merdeka dari kegelapan,” ujar Yuliot di Tangerang, Selasa (14/4).

Program Listrik Desa Dipercepat

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengakselerasi program listrik desa (Lisdes) guna memperluas akses energi di seluruh wilayah Indonesia. Pada 2025, program ini mencakup sekitar 1.516 desa sebagai bagian dari target elektrifikasi nasional.

Secara keseluruhan, pemerintah memperkirakan sekitar 10 ribu desa akan memperoleh akses listrik hingga 2029. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pemerataan energi nasional.

Peluang Industri Dalam Negeri

Program elektrifikasi mendorong kebutuhan infrastruktur ketenagalistrikan dalam skala besar. Kondisi ini membuka peluang bagi industri dalam negeri untuk terlibat dalam penyediaan peralatan dan teknologi kelistrikan.

Selain itu, pemerintah mendorong penerapan efisiensi energi melalui pengembangan green building dan pemanfaatan energi baru terbarukan. Salah satu upaya yang didorong adalah penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di sektor industri.

Baca Juga :  PLTS Pulau Terpencil Jadi Prioritas, Menteri ESDM Targetkan Seluruh Desa Berlistrik 2029
Regulasi Keselamatan Instalasi Listrik

Pemerintah juga menyiapkan regulasi untuk meningkatkan keselamatan instalasi listrik melalui penggunaan perangkat pengaman seperti Residual Current Breaker with Overcurrent (RCBO).

Dalam implementasinya, pemerintah mendorong industri dalam negeri memenuhi kebutuhan perangkat tersebut jika kapasitas produksi telah tersedia.

“Kalau ini bisa diproduksi di sini, kita tidak memberikan kelonggaran untuk melakukan impor dari luar,” tegas Yuliot.

Melalui kunjungan ini, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri diharapkan semakin kuat. Sinergi ini dinilai penting untuk mendukung transisi energi, pemerataan akses listrik, serta pembangunan sektor ketenagalistrikan yang berkelanjutan di Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru