Pemerintah Percepat Rehabilitasi Irigasi Pertanian untuk Wujudkan Swasembada Pangan  

Penulis -

Senin, 25 Agustus 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Amran dalam Rakor Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pertanian, Jumat (22/8/2025). (Foto: Kementan)

Menteri Pertanian Amran dalam Rakor Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pertanian, Jumat (22/8/2025). (Foto: Kementan)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional dengan mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi pertanian di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mendukung peningkatan produksi padi, khususnya di tengah tantangan iklim dan kebutuhan pangan yang semakin meningkat.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan keberhasilan produksi beras nasional sangat bergantung pada ketersediaan dan kualitas infrastruktur irigasi.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong sinergi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi pertanian.

“Kita tidak bisa berbicara soal peningkatan produksi padi jika irigasinya bermasalah. Perlu kerja bersama antara Kementerian Pertanian, Kementerian PU, Bappenas, dan pemerintah daerah agar percepatan rehabilitasi jaringan irigasi ini bisa berjalan optimal,” ujar Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakor) Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pertanian, Jumat (22/8/2025).

Rakor ini menjadi momentum penting dalam mempercepat peningkatan produksi beras nasional. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pejabat tinggi lintas kementerian dan lembaga, antara lain Sekjen Kementan, Ali Jamil. Plt. Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Dwi Purwantoro, serta Koordinator Pendayagunaan Sumber Daya Air Bappenas, Juari.

Percepatan rehabilitasi ini merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.

Pemerintah menargetkan agar seluruh daerah irigasi nasional dapat difungsikan secara maksimal untuk mendukung kegiatan pertanian, terutama di sentra-sentra produksi beras.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan jangka panjang. Irigasi yang berfungsi baik akan memperpanjang masa tanam, meningkatkan intensitas pertanian, dan menjamin ketersediaan air bagi lahan sawah, terlebih saat menghadapi musim kemarau panjang.

Baca Juga :  Aksi Pungli di Pantai Padang Kembali Terjadi, Dua Remaja Diciduk Petugas

Sebagai bentuk konkret komitmen lintas sektor, pemerintah menyepakati percepatan fasilitasi irigasi pertanian melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian PU, Bappenas, dan pemangku kepentingan lainnya di tingkat pusat maupun daerah.

Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk jajaran TNI (Danrem/Dandim), dinas pertanian dan pekerjaan umum di provinsi dan kabupaten/kota, Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai pelaksana teknis di lapangan.

Pemerintah optimistis percepatan rehabilitasi jaringan irigasi akan menjadi motor penggerak utama dalam menciptakan lompatan produksi padi.

Dengan sinergi dan kolaborasi semua pihak, target swasembada pangan diyakini dapat tercapai secara berkelanjutan.

Sesuai dengan arahan Mentan Amran, Plt. Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Hermanto mengungkapkan segenap unsur pemerintah, terkhusus jajarannya, berkomitmen untuk terus bersinergi demi mewujudkan swasembada pangan nasional.

Melalui komitmen yang dituangkan melalui Surat Keputusan Bersama diharapkan mampu mengakselerasi langka-langkah strategis dalam upaya memaksimalkan daerah irigasi nasional untuk mendukung kegiatan pertanian, terutama di sentra-sentra produksi beras.

“Komitmen ini diharapkan mampu mengakselerasi langkah-langkah strategis kita dalam membenahi daerah irigasi nasional. Kualitas infrastruktur irigasi menjadi vital dalam mendukung ketersediaan pangan. Kalau ketersediaan dan kualitas irigasi baik, kita bisa tanam dam bisa panen sepanjang tahun” jelas Hermanto. (*/red)

Sumber: Kementan

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru