Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Penulis -

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar menyalami Menko PMK Sugiono dalam kegiatan serah terima jabatan Menko PMK di Jakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Thesa Putri/Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar menyalami Menko PMK Sugiono dalam kegiatan serah terima jabatan Menko PMK di Jakarta, Senin (5/10/2026). (Foto: Thesa Putri/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah menargetkan renovasi 300 ribu sekolah dan madrasah hingga 2029 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan Kementerian Agama siap bersinergi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono untuk menjalankan agenda tersebut.

Nasaruddin menyampaikan komitmen itu setelah menghadiri serah terima jabatan Menko PMK dari Pratikno kepada Sugiono di Jakarta, Senin (5/10/2026).

“Visi misi dari Menko-nya tadi sudah mulai muncul, bagus sekali. Kita ucapkan selamat kepada beliau, semoga sukses menjalankan tugas-tugasnya, dan insya Allah Kementerian Agama pasti akan sangat mendukung,” ujar Nasaruddin.

Renovasi Sekolah dan Madrasah Jadi Prioritas

Sugiono dalam sambutannya menempatkan pembangunan manusia unggul sebagai salah satu agenda utama pemerintah. Ia membagi fokus kerja Kemenko PMK ke dalam beberapa sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, ketahanan bencana, dan pengurangan kemiskinan.

Pada sektor pendidikan, pemerintah menargetkan renovasi 300.000 sekolah dan madrasah sampai 2029. Program tersebut berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan guru serta digitalisasi pendidikan.

Pemerintah juga menargetkan penyediaan satu juta interactive flat panel untuk mendukung proses pembelajaran. Sugiono menilai seluruh program itu harus bermuara pada pemerataan akses pendidikan berkualitas.

“Intinya dari semua program tersebut adalah bagaimana memberikan akses yang terbaik terhadap pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka mencetak manusia yang unggul,” katanya.

Target tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan Kementerian Agama. Madrasah menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pendidikan nasional sekaligus ruang pembentukan karakter peserta didik.

Karena itu, sinergi lintas kementerian menjadi penting agar pembangunan sarana pendidikan berjalan seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah Fokus Lindungi Kelompok Rentan

Agenda pembangunan manusia juga mencakup perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Sugiono menyebut fakir miskin, keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok sasaran intervensi pemerintah.

Baca Juga :  1.000 Karateka se-Sumatera Bertanding di Padang, Atlet Terbaik Raih Hadiah Tur Jepang

“Karena itu salah satu tugas dari kementerian ini adalah fokus memastikan intervensi bagi kelompok rentan yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Selain pendidikan dan pengentasan kemiskinan, pemerintah memasukkan sektor kesehatan sebagai prioritas. Sugiono menyebut sejumlah program, antara lain renovasi 10.000 puskesmas dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah.

Pemerintah juga akan menjalankan pemeriksaan kesehatan gratis serta memperkuat penanganan tuberkulosis.

Di sektor kebencanaan, pemerintah mendorong penguatan sistem peringatan dini dan kapasitas penanganan bencana. Percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi juga menjadi perhatian di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Kemenko PMK Perkuat Sinergi Antar-Kementerian

Luasnya agenda pembangunan manusia membuat koordinasi lintas kementerian menjadi kebutuhan utama. Sugiono menegaskan Kemenko PMK akan menjalankan fungsi orkestrasi, sinergi, dan mobilisasi kementerian serta lembaga yang berada dalam koordinasinya.

Ia juga memastikan kepemimpinannya akan melanjutkan fondasi kerja yang sudah dibangun sebelumnya. Program yang belum optimal akan diperbaiki, sementara agenda yang membutuhkan percepatan akan didorong lebih lanjut.

“Yang belum baik kita perbaiki, yang masih perlu penyempurnaan kita sempurnakan, dan yang perlu dipercepat kita percepat,” kata Sugiono.

Sebelumnya, Pratikno menekankan luasnya mandat Kemenko PMK dalam mengoordinasikan agenda pembangunan manusia dan kebudayaan. Menurutnya, seluruh pekerjaan tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing secara global.

“Kita menyiapkan SDM yang hebat, yang globally competitive, tapi kita juga mengurusi jangan sampai ada anak Indonesia, orang Indonesia yang tertinggal,” ujarnya.

Kemenag Siap Perkuat Kolaborasi

Bagi Kementerian Agama, agenda tersebut membuka ruang kolaborasi yang luas dengan Kemenko PMK. Kerja sama tidak hanya menyentuh sektor pendidikan madrasah, tetapi juga penguatan kehidupan keagamaan dan pembangunan karakter.

Baca Juga :  Dedikasi Isrodin Hadirkan Pendidikan Gratis di Lereng Gunung Slamet Berbuah Liputan6 Award 2026

Nasaruddin memastikan Kemenag akan mendukung agenda pembangunan manusia yang menjadi prioritas pemerintah. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk membangun sumber daya manusia secara lebih menyeluruh.

Pergantian kepemimpinan dari Pratikno kepada Sugiono pun menjadi momentum untuk melanjutkan sekaligus memperkuat koordinasi pembangunan manusia. Pemerintah kini menempatkan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan ketahanan masyarakat dalam satu agenda pembangunan yang saling berkaitan. (*)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru