Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman mulai menyiapkan proposal pemulihan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat terdampak banjir serta longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Langkah ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang meninjau lokasi pengungsian di Kasai, Senin (1/12/2025).
Usai kunjungan Presiden, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) menggelar rapat khusus bersama jajaran perangkat daerah di Pendopo Bupati pada Senin malam.
Rapat tersebut membahas penyusunan rencana pembangunan dan pemulihan sarana publik yang rusak serta kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.
Bupati JKA menyampaikan seluruh laporan kerusakan—mulai dari jembatan putus, jalan terban, irigasi rusak, rumah hanyut hingga kerusakan fasilitas umum—telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo saat berada di lokasi pengungsian.
“Beliau mendengarkan dengan penuh perhatian,” kata Bupati JKA. Ia mengaku bahwa dukungan Presiden menjadi penguat bagi pemerintah daerah untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan. “Insya Allah, sabar. Kita bangun kembali,” ujar JKA menirukan pesan Presiden.
Dalam rapat tersebut, Bupati JKA menegaskan perlunya penyusunan proposal pemulihan secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Proposal akan memuat inventarisasi kerusakan, kebutuhan prioritas masyarakat, serta rencana pembangunan kembali infrastruktur. Setiap usulan infrastruktur diwajibkan dilengkapi Detail Engineering Design (DED).
“Proposal ini akan disampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk ditindaklanjuti menjadi program pemulihan,” jelasnya.
Data Sementara Kerusakan
Sekda Padang Pariaman Rudi Repenaldy Rilis memaparkan data sementara dampak banjir dan longsor. Hingga Senin malam, tercatat:
-
- Jembatan rusak: 17 unit (4 unit putus)
- Jalan rusak: 16 ruas (4 ruas terban)
- Irigasi rusak: 24 unit
- Sekolah rusak: 5 unit
- Rumah ibadah rusak: 9 unit
- Rumah penduduk rusak: 57 unit
- Rumah hanyut: 34 unit
- Lahan pertanian terdampak: 393,5 ha sawah dan 116,25 ha ladang jagung
- Kelompok perikanan terdampak: 25 kelompok, dengan tambak jebol dan terendam
Data tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring pendataan lanjutan di lapangan.
Pemkab Padang Pariaman menargetkan proposal pemulihan dapat segera dikirimkan kepada pemerintah pusat.
Bupati JKA menegaskan komitmen untuk mempercepat fase rehabilitasi dan memastikan akses publik dapat kembali normal.
“Kita harus bangkit bersama. Dengan dukungan pemerintah pusat dan semangat masyarakat, Padang Pariaman insya Allah akan pulih,” ujarnya.
Turut hadir Inspektur, Kepala BPKD, Kalaksa BPBD, Kadis PUPR, Kadis Kominfo, serta Kadis Pertanian. (*/red)






