Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) bekerjasama dengan Basarnas Padang menggelar kegiatan penguatan mitigasi struktural untuk mengantisipasi potensi bencana di wilayah pesisir.
Kegiatan yang digelar Sabtu (30/8/2025) itu, berlangsung di atas kapal KN SAR 227 Yudistira.
Hadir Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, Bupati Pessel diwakili Asisten I, Syahrizal Antoni, Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Selatan, Yuskardi, dan sejumlah anggota dari Pos TNI AL.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di daerah yang rawan terhadap ancaman gempa dan tsunami.
Melalui pertemuan itu, berbagai langkah strategis dibahas untuk meningkatkan upaya mitigasi struktural di daerah tersebut.
Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik menyampaikan harapannya agar Pemkab Pessel dapat merealisasikan permohonan hibah lokasi untuk mendirikan Pos Basarnas di kawasan TPI Carocok Painan.
Menurutnya, keberadaan pos tersebut akan mempercepat penanganan bencana, khususnya tsunami yang berpotensi terjadi di kawasan wisata Pantai Carocok Painan, yang menjadi ikon pariwisata di daerah itu.
“Pos Basarnas di Pesisir Selatan sangat penting untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap bencana, serta melindungi wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini,” ujar Abdul Malik.
Abdul Malik juga menyampaikan dengan adanya Pos Basarnas di kawasan tersebut, Basarnas dapat lebih maksimal dalam melakukan pengembangan fasilitas dan latihan gabungan SAR.
Dengan demikian, maka respon terhadap bencana di kawasan Pesisir Selatan bisa dilakukan lebih efektif dan terkoordinasi.
Ia menjelaskan, pihaknya berencana menggelar latihan gabungan SAR di daerah itu sebagai bagian dari persiapan menghadapi bencana.
“Latihan gabungan ini penting untuk menguji kesiapan tim SAR dalam menghadapi bencana besar. Sekaligus memperkuat koordinasi antar instansi yang terlibat,” kata Abdul Malik.
Terkait hal itu, Asisten I Pemkab Syahrizal Antoni mewakili Bupati Hendrajoni dalam pertemuan itu menyampaikan dukungannya terhadap rencana pendirian Pos Basarnas di TPI Carocok Painan.
Menurutnya, Pemkab Pessel sangat mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah itu.
“Kami sangat mendukung upaya ini. Keberadaan Pos Basarnas di Pesisir Selatan akan membantu mempercepat penanganan bencana, apalagi mengingat potensi gempa dan tsunami yang dapat terjadi kapan saja,” ungkapnya.
Syahrizal Antoni, juga menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi terkait, termasuk BPBD, Basarnas, TNI AL, serta masyarakat.
Menurutnya, sinergi antar pihak ini sangat penting untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana, baik yang bersifat struktural maupun non struktural.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan kesiapsiagaan bencana, baik itu melalui pembangunan infrastruktur penanganan bencana maupun penyuluhan kepada masyarakat,” lanjut Antoni.
Ia menambahkan mitigasi bencana di Pesisir Selatan tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga melibatkan pendekatan non struktural, seperti penyuluhan kepada masyarakat tentang langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi bencana.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus bergerak bersama dalam meningkatkan mitigasi bencana di Pesisir Selatan. Ini adalah tugas kita bersama demi keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pessel, Yuskardi menegaskan walau berbagai upaya mitigasi telah dilakukan, tantangan besar tetap ada.
Salah satu yang utama adalah kesiapan sarana dan prasarana yang harus terus diperkuat agar penanganan bencana dapat berjalan dengan lebih optimal.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan bencana. Kerja sama antara pemerintah daerah, Basarnas, TNI AL, dan masyarakat sangat diharapkan agar penanganan bencana bisa lebih cepat dan efektif,” ujar Yuskardi.
BPBD Pessel juga terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Kami akan terus bekerja sama dengan Basarnas, TNI AL, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kesiapsiagaan bencana di Pesisir Selatan. Latihan gabungan yang direncanakan Basarnas akan meningkatkan kesiapan tim SAR dalam menghadapi situasi darurat nantinya,” ujarnya.
Dia berharap melalui upaya itu, Pesisir Selatan akan semakin siap dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (yoniks)






