Solsel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menyepakati Perjanjian Hibah Daerah sebagai bagian dari pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci dari arah Solok Selatan.
Penandatanganan berlangsung di Aula Tansi Ampek, Senin (23/6/2025).
Kesepakatan ini menandai langkah strategis dalam membuka akses baru menuju puncak tertinggi di Sumatera tersebut, sekaligus mempercepat pengembangan sektor pariwisata daerah.
Langkah Pemkab Solsel mendapat dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) melalui Memorandum Nomor: M.59/KSDAE/SKSDAE/KSA.01/6/2025 tertanggal 16 Juni 2025.
Baca Juga: Buka Jalur Pendakian Baru Gunung Kerinci via Solsel, Bupati Khairunas Temui Dirjen KSDAE
Dukungan ini menjadi dasar pemberian hibah sesuai regulasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99 Tahun 2017 tentang Administrasi Pengelolaan Hibah.
Sekretaris Daerah Solok Selatan, Dr. Syamsurizaldi, menyebut perjanjian hibah ini sebagai momentum penting untuk mendorong kemajuan infrastruktur wisata secara menyeluruh.
“Hari ini kita menyepakati hibah pembangunan infrastruktur antara Pemkab dan Balai Besar TNKS. Realisasinya mencakup peningkatan jalan masuk ke Visitor Center sepanjang 432 meter. Serta pembangunan jalan sepanjang 2,9 kilometer menuju air terjun di jalur pendakian Gunung Kerinci,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syamsurizaldi menegaskan inisiatif ini bukan sekadar proyek fisik.
Pemerintah daerah berupaya mengembangkan potensi wisata alam dengan tetap menjaga kelestarian hutan.
“Kami ingin menunjukkanap pelestarian kawasan konservasi bisa berjalan selaras dengan pemanfaatan wisata alam. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan lembaga konservasi,” ujarnya.
Dengan kolaborasi ini, Solok Selatan berharap dapat menarik lebih banyak wisatawan pecinta alam dan pendaki, sekaligus menjaga kelestarian Gunung Kerinci sebagai bagian dari warisan alam Indonesia. (*/red)






