Pemulihan Pascabencana Padang Panjang Dilaporkan ke Mendagri, Pendidikan dan Infrastruktur Masih Terdampak

Penulis -

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaproan progres pemulihan pascabencana banjir bandang Padang Panjang.

Pelaproan progres pemulihan pascabencana banjir bandang Padang Panjang.

Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang melaporkan progres pemulihan pascabencana banjir bandang kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

Laporan tersebut menyoroti kondisi pendidikan, infrastruktur, dan dampak ekonomi warga terdampak.

Pemaparan dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang VIP Balai Kota Padang Panjang, Jumat (9/1/2026). Pemerintah pusat meminta pemulihan berbasis data agar penanganan tepat sasaran.

Kepala Bappeda Padang Panjang, Putra Dewangga, memaparkan kondisi terkini pemulihan pemerintahan dan masyarakat pascabencana. Ia didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako I Putu Venda, Kepala Dinas Sosial PPKBPPA Winarno, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Putra menyampaikan, hingga 8 Januari 2026, proses pemulihan menunjukkan tren positif. Namun, sejumlah sektor strategis masih membutuhkan percepatan penanganan.

Sektor Pendidikan Masih Terdampak

Di sektor pendidikan, sebanyak 19 ruang kelas belajar (RKB) PAUD/TK terdampak bencana. Rinciannya, enam unit mengalami kerusakan sedang dan 13 unit rusak ringan.

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), tercatat 51 RKB terdampak, terdiri atas dua unit rusak berat, 43 unit rusak sedang, dan enam unit rusak ringan. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak.

Sementara itu, pada jenjang SMP terdapat 33 RKB terdampak. Pada tingkat SMA/SMK, lima sekolah mengalami kerusakan sedang, sedangkan dua ruang kelas SLB dilaporkan rusak ringan.

Infrastruktur dan Ekonomi Warga Terdampak

Selain pendidikan, bencana juga merusak infrastruktur vital. Salah satu titik terparah adalah jalan terban sepanjang sekitar 500 meter yang mengganggu mobilitas warga.

Dampak ekonomi paling terasa di kawasan Jembatan Kembar atau Jembatan Marga Yasa. Aktivitas usaha warga terganggu sehingga sebagian masyarakat harus direlokasi sementara.

Selain itu, satu musala dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang.

Baca Juga :  22 Putra-Putri Tanah Datar Terima Beasiswa Kaderisasi Ulama Rp165 Juta
Mendagri Tekankan Pemulihan Berbasis Data

Menanggapi laporan tersebut, Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya pemantauan detail dan berbasis data di seluruh daerah terdampak. Ia meminta pemerintah daerah memastikan setiap tahapan pemulihan terukur.

“Pengecekan harus secara detail dan berbasis data agar upaya normalisasi benar-benar tepat sasaran,” kata Tito.

Ia mengungkapkan, di Sumatera Barat terdapat 16 kabupaten/kota terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, tiga daerah masih belum sepenuhnya pulih, yakni Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Agam.

DAU dan Revisi APBD Jadi Perhatian Pusat

Pemerintah pusat akan memprioritaskan daerah dengan kondisi terberat, khususnya wilayah yang masih mengalami gangguan layanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Tito memastikan dukungan anggaran tetap berjalan.

Ia juga menginstruksikan agar pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) bagi daerah terdampak segera dilakukan. Selain itu, APBD 2026 dapat direvisi karena telah memiliki payung hukum.

Mendagri turut meminta Badan Pusat Statistik (BPS) bersama pemerintah daerah melakukan pendataan warga yang mengalami penurunan tingkat kesejahteraan akibat bencana. Data tersebut akan diusulkan masuk ke dalam Data Terpadu Program Keluarga Harapan (PKH). (*/red)

Berita Terkait

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru