Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat struktur industri manufaktur nasional dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Upaya ini dijalankan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sektor manufaktur tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, industri membutuhkan talenta kompeten dan siap bersaing.
“Penguatan pendidikan vokasi menjadi fondasi utama pembangunan SDM industri. Lulusan vokasi harus memiliki kompetensi tinggi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja domestik dan global,” ujar Agus di Jakarta, Minggu (26/4).
Kemenperin Dorong Link and Match Industri
Kemenperin terus mendorong keselarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri melalui kerja sama strategis. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di dalam dan luar negeri.
Melalui BPSDMI, Kemenperin mengembangkan pendidikan vokasi industri pada 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK di berbagai daerah.
Selain itu, BPSDMI menandatangani nota kesepahaman dengan MNC University (MNCU) pada Selasa (21/4). Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kolaborasi Kampus dan Industri
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menegaskan perguruan tinggi berperan sebagai penggerak inovasi dan penyedia tenaga ahli bagi industri. Menurutnya, kerja sama ini menjadi komitmen bersama untuk memberikan kontribusi nyata.
MNC University merupakan perguruan tinggi milik MNC Group yang terintegrasi dengan industri. Kampus ini terhubung dengan 83 perusahaan dalam empat sektor usaha utama.
Rektor MNCU Dendi Pratama menjelaskan kerja sama meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kolaborasi ini juga meningkatkan kapasitas SDM melalui seminar, workshop, dan program pengembangan kompetensi.
“Kolaborasi ini membuka akses lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui program magang di industri,” ujar Dendi.
Perluas Akses dan Daya Saing Lulusan
Kedua institusi juga akan menjalankan promosi bersama untuk meningkatkan visibilitas dan kontribusi dalam mencetak SDM unggul. Upaya ini diharapkan memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional dan global.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menilai Kemenperin dan MNCU memiliki pengalaman kuat dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Ia menyebut Kemenperin unggul dalam pendidikan vokasi berbasis industri dan penelitian terapan. Sementara itu, MNCU menghadirkan pendekatan inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Pendaftaran JARVIS 2026 Dibuka
Kemenperin saat ini membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026. Pendaftaran berlangsung hingga Mei 2026 melalui laman resmi Kemenperin.
Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan vokasi sekaligus mencetak SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global. (*/red)






