Padang, Javanusa—Sekitar 50 warga lanjut usia (lansia) di Kelurahan Padang Sarai, Kota Padang, mendapat pendampingan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat literasi digital.
Program tersebut berlangsung pada Kamis (20/8/2026) di Kompleks KPPI Muara Anai, Kampung Nelayan, Kelurahan Padang Sarai. Kegiatan mengusung tema “Smart Healthy Aging in West Sumatra: Empowering Inclusive, Productive, and Culturally Connected Communities, an ASEAN Model”.
Program pengabdian kepada masyarakat ini digelar Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), melalui kolaborasi dengan UIN Imam Bonjol Padang.
Lansia mendapat pendampingan kesehatan dan psikologi
Kegiatan menyasar lansia dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun non-PKH. Para peserta mengikuti sejumlah aktivitas yang berfokus pada kesehatan fisik, kesehatan mental, serta peningkatan kemandirian.
Rangkaian kegiatan mencakup senam lansia, skrining psikologi, serta edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Peserta juga mendapat pendampingan menanam tanaman obat seperti kunyit.
Selain kesehatan, mahasiswa memberikan edukasi literasi digital. Materinya mencakup penggunaan fitur WhatsApp dan cara bermedia sosial secara bijak.
Pendampingan juga menyentuh aspek keagamaan melalui kegiatan membaca Al-Qur’an. Program tersebut sekaligus mendukung gerakan “Kembali ke Surau” yang diinisiasi Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Perguruan tinggi didorong hadir memberi solusi
Dosen pendamping PKM, Oktri Permata Lani, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas sinergi yang luar biasa ini. Terutama bagi para lansia hebat kita yang sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini,” ujar Oktri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Program itu juga melibatkan mahasiswa KKN dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan UIN Imam Bonjol Padang.
“Program ini merupakan output dampingan pengabdian kepada masyarakat terutama untuk para lansia agar bisa lebih produktif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Barat, Hilma Damanhuri Djalil, menilai program tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Ia menyebut pendekatan smart and healthy aging sejalan dengan nilai lokal Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai tersebut menekankan penghormatan kepada orang tua dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.
“Momentum kegiatan yang beririsan dengan semangat kemerdekaan ini membawa pesan agar setiap lansia yang telah berjasa bagi keluarga dan daerah dapat menjalani masa tua yang sehat, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujar Hilma.
Padang Sarai ingin memperluas program
Lurah Padang Sarai, Nasrul, menyambut positif kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat tersebut.
Menurut Nasrul, Padang Sarai memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Kota Padang. Kawasan itu juga menjadi salah satu etalase Kota Padang dari arah utara.
Karena itu, ia menilai program pemberdayaan lansia dapat ikut memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Nasrul juga melihat kegiatan tersebut memiliki keterkaitan dengan program pembangunan daerah. Salah satunya melalui penguatan UMKM dan pemberdayaan lansia agar mampu menjalankan usaha secara lebih mandiri.
“Saat ini, program pendampingan baru menjangkau sekitar 50 orang lansia. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut guna menjangkau lebih banyak warga serta meningkatkan kualitas SDM di wilayah kami,” kata Nasrul.
Lansia rasakan manfaat pelatihan
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang kader Posbindu sekaligus peserta lansia, Mai, menilai edukasi tanaman obat keluarga memberi manfaat praktis bagi kehidupan sehari-hari.
“Untuk kegiatan sehari-hari, kita jarang ke dokter. Jadi dengan adanya pembelajaran obat herbal ini, bisa turun-temurun kita manfaatkan tanpa harus banyak mengeluarkan biaya,” ungkap Mai.
Peserta lainnya, Neti, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari pendampingan mahasiswa. Materi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga penggunaan teknologi sehari-hari.
“Alhamdulillah kami dapat sedikit pengetahuan baru dari anak-anak mahasiswa. Mulai dari belajar menggunakan fitur HP yang tadinya tidak mengerti, senam lansia, pengajian, hingga pemanfaatan tanaman obat keluarga,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Padang Desfi Hendri, Lurah Padang Sarai Nasrul, Kepala Staf Bidang Siaran RRI Padang Santos, Ketua TP-PKK Padang Sarai Salma Wati, serta sejumlah warga lansia.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Pendampingan berkelanjutan dapat membuka ruang bagi lansia untuk tetap sehat, produktif, melek digital, dan memiliki peran aktif di lingkungan sosialnya. (*)






