Padang, Javanusa—Pengurus BKS TPQ/TQA Kota Padang diminta satu frekuensi dalam menjalankan amanah organisasi demi menjaga mutu pendidikan Al-Qur’an.
Pesan ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Tarmizi Ismail, saat pelantikan pengurus periode 2025–2030.
Acara berlangsung di Ruang Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Minggu (25/1/2026). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemko Padang memperkuat pendidikan keagamaan nonformal di daerah tersebut.
Tarmizi Ismail menekankan pentingnya keselarasan visi dan koordinasi antarpengurus. Menurutnya, soliditas internal menjadi kunci keberhasilan roda organisasi.
“Ini amanah yang sangat besar karena menyangkut masa depan pendidikan Al-Qur’an generasi muda Kota Padang,” ujar Tarmizi.
Ia berharap seluruh program kerja yang telah disusun dapat dijalankan secara konsisten.
Tarmizi menyebut BKS TPQ/TQA Kota Padang saat ini membawahi sekitar 50.000 murid dan 3.000 guru.
Skala tersebut, kata dia, menuntut sistem komando yang solid dan profesional.
“Kita harus berada dalam frekuensi yang sama. Jangan sampai ketua di satu arah, anggota di arah lain,” katanya.
Ia mengibaratkan koordinasi organisasi seperti frekuensi radio yang harus selaras agar pesan tersampaikan dengan baik.
Tarmizi berharap kepengurusan yang dipimpin Junaidi segera bergerak menjalankan program strategis.
Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di Kota Padang.
Ia juga menilai pelantikan ini sebagai momentum memperkuat peran TPQ dan TQA sebagai lembaga pendidikan nonformal.
Lembaga tersebut dinilai berperan penting dalam mencetak generasi religius di Kota Bingkuang.
Pemko Padang selama ini aktif mendorong penguatan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. TPQ dan TQA menjadi ujung tombak pembinaan karakter religius anak-anak di lingkungan permukiman.
Melalui BKS TPQ/TQA, koordinasi antar-lembaga diharapkan semakin terintegrasi. Tujuannya, agar mutu pendidikan Al-Qur’an tetap terjaga di tengah tantangan zaman. (*/red)






