Pengurus IISIA 2026–2030 Dikukuhkan, Kemenperin Targetkan Penguatan Industri Baja Nasional

Penulis -

Sabtu, 11 April 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030 di Jakarta, Jumat (10/4). (Foto: Kemenperin)

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030 di Jakarta, Jumat (10/4). (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmen memperkuat industri baja nasional sebagai sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi.

Penegasan ini disampaikan dalam pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030 di Jakarta, Jumat (10/4).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut IISIA sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan struktur industri nasional, khususnya pembangunan industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Pemerintah memandang IISIA sebagai mitra penting dalam bersinergi untuk memperkuat industri baja nasional. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan global sekaligus mengoptimalkan peluang strategis ke depan,” ujar Agus.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan subsektor industri logam dasar, termasuk baja, mencatat pertumbuhan 15,71 persen pada 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan dari sektor infrastruktur, manufaktur, dan industri hilir bernilai tambah.

Secara global, Indonesia menempati peringkat ke-13 sebagai produsen baja dunia dengan produksi sekitar 19 juta ton pada 2025. Dalam enam tahun terakhir, produksi baja nasional tumbuh rata-rata sekitar 14 persen per tahun.

Pemerintah menilai tren tersebut mencerminkan penguatan fondasi industri sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas dan pendalaman struktur industri baja nasional.

Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, antara lain tingkat utilisasi industri baja yang berada di kisaran 52,7 persen serta defisit pada produk antara dan hilir akibat tingginya impor bahan baku.

Tekanan global berupa kelebihan kapasitas produksi baja dunia dan potensi praktik dumping juga menjadi perhatian.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, meliputi perlindungan pasar, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, kebijakan energi melalui harga gas bumi tertentu (HGBT), penguatan hilirisasi, peningkatan efektivitas kebijakan P3DN, serta pemberian insentif fiskal guna mendorong investasi.

Baca Juga :  Ekspor Kosmetik Indonesia Tembus USD 473,8 Ribu, Industri Wellness Jadi Motor Ekonomi Baru

Sementara itu, Chairman IISIA Muhamad Akbar menyatakan kepengurusan baru berkomitmen memperkuat peran asosiasi sebagai wadah kolaborasi pelaku industri baja nasional.

“Kami ingin IISIA menjadi rumah yang solid bagi seluruh pelaku industri baja, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan industri nasional,” ujarnya.

IISIA periode 2026–2030 mengusung visi pengembangan ekosistem industri baja berbasis konsep “Blue-Green”, yang menekankan inovasi serta keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, asosiasi juga menargetkan peningkatan solidaritas antaranggota dan daya saing industri baja Indonesia di tingkat global.

Melalui pengukuhan ini, Kementerian Perindustrian berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan semakin kuat, utilisasi kapasitas produksi dalam negeri meningkat, serta substitusi impor dapat dipercepat guna memperkuat kemandirian industri nasional. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru