Padang Pariaman, Javanusa–Warga perantau asal Nagari III Koto Aur Malintang membuktikan bahwa kepedulian terhadap kampung halaman bisa diwujudkan tanpa harus menunggu bantuan pemerintah. Dengan semangat gotong royong, mereka membangun jalan nagari sepanjang 1.600 meter secara swadaya.
Jalan ini kini menjadi akses vital yang menghubungkan permukiman warga ke kebun, sawah, dan pusat nagari, serta mempermudah konektivitas antarwilayah di Kecamatan IV Koto Aur Malintang.
Pembangunan jalan yang dinamai Jalan H. Ismael Wahid ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp 750 juta. Seluruh biaya berasal dari donasi para perantau.
Tokoh utama di balik inisiatif ini adalah H. Dulhadi Bahudin (H. Dul) dan Hj. Yusneti Ismael Wahid, perantau sukses yang tergabung dalam Yossie Group, bergerak pada usaha jual beli emas di Jakarta.
“Pengalaman masa kecil kami melewati jalan sempit dan rawan bahaya menjadi alasan utama membangun akses ini. Sekarang, warga bisa beraktivitas lebih nyaman dan aman,” ujar Hj. Yusneti dengan penuh haru.
Dul menambahkan, jalan ini adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian dari rantau. “Semoga membawa manfaat, mempererat silaturahmi, dan membuka peluang-peluang baru bagi kampung halaman tercinta,” ujarnya.
Respon Positif Pemerintah Daerah
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengapresiasi langkah para perantau tersebut. Ia menyebut bahwa kontribusi ini menjadi contoh nyata kepedulian diaspora Minangkabau dalam membangun kampung halaman.
“Di tengah keterbatasan anggaran daerah, inisiatif seperti ini sangat berarti. Pemerintah sangat terbantu, dan tentu masyarakat juga langsung merasakan manfaatnya,” ujar Bupati.
Jalan H. Ismael Wahid memiiliki lebar 8 meter, dengan dua jalur rabat beton selebar 90 cm hingga 1 meter di masing-masing sisi. Awalnya, jalan ini hanya berupa setapak kecil. Kini, mobil dan kendaraan pertanian bisa melintasi jalur ini dengan mudah.
Pembangunan jalan ini menjadi bukti bahwa partisipasi warga, khususnya para perantau, dapat menjadi motor penggerak pembangunan. Semangat kemandirian dan kolaborasi ini dapat menginspirasi nagari-nagari lain di Padang Pariaman dan Sumatera Barat secara umum. (*/red)






