Agam, Javanusa—Perbaikan jalan provinsi Simpang Gudang–Manggopoh–Lubuk Basung–Maninjau–Kelok 44–Matur–IV Koto hingga Padang Lua dipastikan masuk jadwal pengerjaan 2026 oleh Pemprov Sumbar.
Kepastian ini disampaikan Sekda Agam Dr. Muhammad Lutfi AR dalam jumpa pers di Aula Kantor Bupati Agam, Lubuk Basung, Sabtu (7/2/2026). Hadir Asisten III Syatria, serta jajaran Diskominfo dan Dinas Sosial Agam.
Sekda Muhammad Lutfi AR mengatakan perbaikan sudah masuk agenda rutin peningkatan jalan provinsi. Pemerintah daerah saat ini fokus pada dukungan teknis dan administratif. Targetnya, pekerjaan berjalan sesuai perencanaan anggaran 2026.
“Ruas Simpang Gudang sampai Padang Lua sudah masuk agenda perbaikan jalan provinsi. Kami terus kawal agar terealisasi tepat waktu,” ujar Lutfi.
Perbaikan Sementara Sudah Dilakukan di Sejumlah Titik
Sambil menunggu proyek utama, perbaikan awal telah dilakukan di beberapa titik rusak. Tim teknis melakukan penambalan badan jalan untuk menjaga keselamatan pengguna. Langkah ini bersifat sementara guna mengurangi risiko kecelakaan.
Pantauan lapangan menunjukkan beberapa segmen berlubang sudah ditutup tambalan. Ruas ini dikenal memiliki lalu lintas padat, terutama jalur Lubuk Basung–Maninjau–Kelok 44. Jalur tersebut juga menjadi akses wisata dan logistik.
Pemkab Agam Tuntaskan Sebagian Pembebasan Lahan
Pemkab Agam juga mempercepat pembebasan lahan untuk mendukung rencana pelebaran jalan, khususnya di wilayah Lubuk Basung. Sebagian proses administrasi dan negosiasi lahan telah diselesaikan. Dukungan ini diberikan agar proyek peningkatan kapasitas jalan tidak terhambat.
Menurut Pemkab, pelebaran dibutuhkan karena volume kendaraan terus meningkat tiap tahun. Ruas ini menghubungkan Agam dengan Bukittinggi dan sejumlah kawasan strategis Sumbar. Karena itu, peningkatan kualitas jalan dinilai mendesak.
Jadi Jalur Arteri Penghubung Kawasan Strategis
Ruas Simpang Gudang–Padang Lua berfungsi sebagai jalur arteri penghubung antarwilayah. Akses ini menopang pergerakan warga, hasil pertanian, dan sektor pariwisata seperti kawasan Maninjau dan Kelok 44. Kerusakan jalan selama ini kerap dikeluhkan pengguna.
Isu kondisi jalan tersebut juga dibahas dalam berbagai forum koordinasi pemerintah. Pemkab Agam rutin menyampaikan laporan ke Pemprov Sumbar. Tujuannya agar penanganan masuk prioritas provinsi.
Pemkab Agam menyebut kondisi ruas jalan itu turut dibahas dalam rapat koordinasi dengan Kementerian PUPR di Jakarta pada 30 Januari 2026.
Pertemuan tersebut membahas dukungan pusat terhadap infrastruktur daerah. Jalan Simpang Gudang–Padang Lua masuk daftar yang diusulkan untuk penanganan menyeluruh.
Selain jalan provinsi, Bupati Agam Benni Warlis juga mengusulkan perbaikan sejumlah jalan kabupaten. Usulan disampaikan dalam rakor di Auditorium Gubernuran Sumbar. Beberapa ruas masuk skema Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Beberapa ruas yang diusulkan antara lain Jalan Panta menuju Bukittinggi, Matua–Sitingkai, dan Koto Baru–Simpang Canduang. Jalur tersebut dinilai penting untuk konektivitas nagari dan sentra produksi. Pemkab menargetkan perbaikan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Pemkab Agam menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar dan pemerintah pusat. Sinergi ini diharapkan mempercepat perbaikan infrastruktur jalan. Fokus akhirnya adalah keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat. (*/red)






