Percepat Revitalisasi Kota Tua, Fadly Amran Minta Pendataan Bangunan Segera Dituntaskan

Penulis -

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota, Jumat (18/9/2026). (Foto: Pemko Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota, Jumat (18/9/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempercepat revitalisasi Kota Tua dengan mendata seluruh bangunan di kawasan bersejarah tersebut.

Pendataan mencakup kondisi bangunan, status kepemilikan, pemanfaatan, hingga nilai sejarah setiap persil. Data itu akan menjadi dasar bagi Pemko Padang dalam menentukan arah penataan kawasan.

Wali Kota Padang Fadly Amran meminta proses identifikasi berjalan cepat dan rinci. Ia ingin hasil pemetaan segera menjadi pijakan untuk memulai tahapan revitalisasi.

Fadly Amran menyampaikan arahan tersebut saat memimpin rapat pembahasan revitalisasi kawasan Kota Tua di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Jumat (18/9/2026).

Menurut Fadly, Pemko perlu memiliki gambaran menyeluruh sebelum melakukan penataan. Karena itu, setiap bangunan perlu diidentifikasi berdasarkan kondisi fisik, kepemilikan, fungsi, serta nilai sejarahnya.

“Saya ingin proses ini dipercepat dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Setelah semuanya jelas, proses revitalisasi dapat segera dilakukan,” ujar Fadly Amran.

Pendekatan tersebut juga menyangkut bangunan yang masuk kategori cagar budaya. Pemko ingin proses revitalisasi tetap mempertahankan karakter historis dan nilai budaya kawasan.

Di sisi lain, penataan tidak hanya berorientasi pada fisik bangunan. Pemko juga mendorong agar aktivitas masyarakat kembali tumbuh di kawasan Kota Tua.

Kota Tua Didorong Jadi Ruang Publik yang Hidup

Fadly Amran mengatakan revitalisasi Kota Tua merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang.

Pemko Padang menargetkan kawasan tersebut kembali memiliki aktivitas sosial dan ekonomi yang kuat. Ruang publik, usaha kreatif, pembelajaran sejarah, serta wisata kuliner menjadi bagian dari arah pengembangan.

“Revitalisasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan yang sarat nilai sejarah dan budaya. Ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Jelajah Padang,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Target Berikutnya Menuju B60

Untuk mencapai tujuan itu, Pemko siap mengambil peran sebagai fasilitator. Pemerintah ingin revitalisasi berkembang sebagai gerakan bersama yang memberi dampak sosial dan ekonomi.

“Pemko Padang siap menjadi fasilitator agar revitalisasi Kota Tua berkembang menjadi gerakan sosial dan ekonomi, bukan sekadar proyek infrastruktur. Kita ingin kawasan Kota Tua kembali menjadi ruang publik yang hidup, tempat tumbuhnya usaha kreatif, serta pembelajaran sejarah, dan wisata kuliner lokal,” ujar Fadly.

Pengembangan Gastronomi Jadi Bagian Strategi

Selain aspek sejarah dan arsitektur, Fadly melihat potensi kuliner sebagai kekuatan penting Kota Padang.

Menurutnya, identitas gastronomi Padang memiliki kekayaan dan keragaman yang dapat mendukung pengembangan kawasan Kota Tua. Karena itu, sektor kuliner perlu memperoleh dukungan melalui strategi rebranding yang tetap mengedepankan keaslian.

Pengembangan tersebut juga membutuhkan tata kelola profesional dan kolaborasi lintas sektor. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat posisi Padang dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi.

Rapat revitalisasi Kota Tua turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi.

Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, dan Camat Padang Selatan Wilman Muchtar.

Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta Joni Wongso juga mengikuti pembahasan. Jajaran Pengurus Pengelola Kota Tua turut hadir dalam rapat tersebut.

Pembahasan melibatkan pula Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cagar Budaya Kota Tua Batang Arau Tommy Jhonlie dan Ketua Pokdarwis Kota Tua Kampung Pondok Hongky Victor. (*)

Berita Terkait

WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global
Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya, Kemenpar Bidik Lonjakan Wisatawan
WITF 2026 Kembali Digelar, Perluas Akses Pariwisata Indonesia ke Pasar Global
Dari Raja Ampat hingga Labuan Bajo, Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari di Monako
Kemenpar Bidik Wisatawan Jepang lewat Tourism Expo Japan 2026
47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Michelin Keys 2026, Kemenpar Sebut Rekor Baru
PKL Batang Arau Akan Ditata, Pemko Padang Siapkan Sentra Kuliner
Pantai Tiram Disiapkan Jadi Gerbang Wisata Bahari Menuju Mentawai

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru