Padang, Javanusa—Sebanyak 140 unit laptop kini menambah fasilitas pembelajaran di SMAN 12 Padang dan SMAN 17 Padang.
Bantuan tersebut diharapkan memperkuat digitalisasi pendidikan sekaligus meningkatkan kesiapan siswa menghadapi perkembangan teknologi.
Laptop itu disalurkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. SMAN 17 Padang menerima 80 unit, sedangkan SMAN 12 Padang memperoleh 60 unit.
Seluruh perangkat telah diterima pihak sekolah dan selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar berbasis teknologi.
Dukungan untuk Sekolah Baru dan Terdampak Bencana
Evi Yandri menjelaskan, pemilihan dua sekolah tersebut mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
SMAN 17 Padang menjadi salah satu sekolah penerima karena masih tergolong baru. Sementara itu, SMAN 12 Padang membutuhkan dukungan tambahan setelah terdampak bencana hidrometeorologi.
Menurut Evi, penyediaan perangkat digital menjadi bagian dari upaya memperluas akses fasilitas pendidikan. Langkah itu juga sejalan dengan percepatan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
“Tujuan pemberian laptop ini sejalan dengan program pemerintah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu sekolah dan siswa dalam mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Evi.
Kualitas SDM Jadi Kunci Kemajuan Daerah
Lebih jauh, Evi menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Kualitas sumber daya manusia, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan suatu daerah.
Karena itu, sektor pendidikan harus mendapat perhatian serius. Generasi muda perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Kalau SDM kita bagus, daerah dan negara akan lebih mudah berkembang dan maju. Sebaliknya, kalau kualitas SDM lemah, tentu akan sulit bagi kita mengejar kemajuan,” katanya.
Saat meninjau pemanfaatan bantuan laptop, Evi juga mengingatkan para siswa agar menggunakan teknologi secara produktif.
Ia meminta siswa tidak menjadikan perangkat digital hanya sebagai sarana hiburan. Teknologi, menurutnya, harus membantu pelajar memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan potensi.
“Fokuslah belajar, tingkatkan kemampuan dan bentuk karakter melalui kegiatan-kegiatan positif, termasuk ekstrakurikuler. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi juga bangun karakter dan keterampilan,” pesannya.
Siswa Diminta Siap Menghadapi Persaingan Global
Perkembangan teknologi dan globalisasi membuat persaingan semakin terbuka. Evi menilai siswa di Sumatera Barat perlu mempersiapkan diri agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Namun, kemampuan akademik saja belum cukup. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga pergaulan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak masa depan.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan judi online.
“Jangan coba-coba dan jangan ikut-ikutan. Sekali terjerumus, dampaknya bisa panjang dan menghancurkan masa depan,” tegasnya.
Guru Diminta Perkuat Pengawasan Siswa
Evi turut meminta sekolah meningkatkan perhatian terhadap perkembangan peserta didik. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran.
Tenaga pendidik juga berperan dalam membentuk karakter serta membantu melindungi siswa dari lingkungan yang berisiko.
Ia mendorong guru untuk memperluas pengetahuan mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mengenali lebih dini siswa yang membutuhkan perhatian khusus.
“Semakin kita peduli terhadap siswa, semakin cepat pula kita bisa mengetahui jika ada persoalan. Masa depan daerah dan negara berada di tangan generasi muda. Karena itu, mereka harus dijaga dan dibimbing bersama-sama,” ujarnya.
Selain pemanfaatan perangkat, Evi mengingatkan pihak sekolah agar merawat seluruh laptop yang telah diterima.
Menurutnya, perangkat tersebut merupakan fasilitas bersama. Perawatan yang baik akan membuat manfaatnya bertahan lebih lama dan dapat dirasakan lebih banyak siswa.
Disdik Sumbar Apresiasi Bantuan Laptop
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahya, mengapresiasi bantuan 140 laptop tersebut. Ia berharap sekolah memanfaatkan perangkat itu secara optimal untuk mendukung pembelajaran digital.
Menurut Mahya, penggunaan teknologi perlu berjalan seiring dengan perawatan fasilitas agar perangkat dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Perangkat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung digitalisasi pendidikan. Selain digunakan, tentu harus dirawat agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan digunakan oleh lebih banyak siswa,” kata Mahya.
SMAN 17 Padang dan SMAN 12 Padang juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Evi Yandri.
Tambahan fasilitas tersebut diharapkan membantu kedua sekolah memenuhi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi. Kehadiran 140 laptop juga membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan di era digital. (*)






