Perkuat Digitalisasi Pendidikan, Evi Yandri Salurkan 140 Laptop ke SMAN 12 dan SMAN 17 Padang

Penulis -

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri menyalurkan Evi 140 laptop ke SMAN 12 dan SMAN 17 Padang. (Foto: Ist)

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri menyalurkan Evi 140 laptop ke SMAN 12 dan SMAN 17 Padang. (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Sebanyak 140 unit laptop kini menambah fasilitas pembelajaran di SMAN 12 Padang dan SMAN 17 Padang.

Bantuan tersebut diharapkan memperkuat digitalisasi pendidikan sekaligus meningkatkan kesiapan siswa menghadapi perkembangan teknologi.

Laptop itu disalurkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. SMAN 17 Padang menerima 80 unit, sedangkan SMAN 12 Padang memperoleh 60 unit.

Seluruh perangkat telah diterima pihak sekolah dan selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar berbasis teknologi.

Dukungan untuk Sekolah Baru dan Terdampak Bencana

Evi Yandri menjelaskan, pemilihan dua sekolah tersebut mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

SMAN 17 Padang menjadi salah satu sekolah penerima karena masih tergolong baru. Sementara itu, SMAN 12 Padang membutuhkan dukungan tambahan setelah terdampak bencana hidrometeorologi.

Menurut Evi, penyediaan perangkat digital menjadi bagian dari upaya memperluas akses fasilitas pendidikan. Langkah itu juga sejalan dengan percepatan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

“Tujuan pemberian laptop ini sejalan dengan program pemerintah dalam mempercepat digitalisasi pendidikan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu sekolah dan siswa dalam mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Evi.

Kualitas SDM Jadi Kunci Kemajuan Daerah

Lebih jauh, Evi menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Kualitas sumber daya manusia, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan suatu daerah.

Karena itu, sektor pendidikan harus mendapat perhatian serius. Generasi muda perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang mampu menjawab tantangan masa depan.

“Kalau SDM kita bagus, daerah dan negara akan lebih mudah berkembang dan maju. Sebaliknya, kalau kualitas SDM lemah, tentu akan sulit bagi kita mengejar kemajuan,” katanya.

Saat meninjau pemanfaatan bantuan laptop, Evi juga mengingatkan para siswa agar menggunakan teknologi secara produktif.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Lepas Martinel Prihastuti Ikuti Sertifikasi Wasit AKF di Bangladesh

Ia meminta siswa tidak menjadikan perangkat digital hanya sebagai sarana hiburan. Teknologi, menurutnya, harus membantu pelajar memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan potensi.

“Fokuslah belajar, tingkatkan kemampuan dan bentuk karakter melalui kegiatan-kegiatan positif, termasuk ekstrakurikuler. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi juga bangun karakter dan keterampilan,” pesannya.

Siswa Diminta Siap Menghadapi Persaingan Global

Perkembangan teknologi dan globalisasi membuat persaingan semakin terbuka. Evi menilai siswa di Sumatera Barat perlu mempersiapkan diri agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Namun, kemampuan akademik saja belum cukup. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga pergaulan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak masa depan.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan judi online.

“Jangan coba-coba dan jangan ikut-ikutan. Sekali terjerumus, dampaknya bisa panjang dan menghancurkan masa depan,” tegasnya.

Guru Diminta Perkuat Pengawasan Siswa

Evi turut meminta sekolah meningkatkan perhatian terhadap perkembangan peserta didik. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran.

Tenaga pendidik juga berperan dalam membentuk karakter serta membantu melindungi siswa dari lingkungan yang berisiko.

Ia mendorong guru untuk memperluas pengetahuan mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mengenali lebih dini siswa yang membutuhkan perhatian khusus.

“Semakin kita peduli terhadap siswa, semakin cepat pula kita bisa mengetahui jika ada persoalan. Masa depan daerah dan negara berada di tangan generasi muda. Karena itu, mereka harus dijaga dan dibimbing bersama-sama,” ujarnya.

Selain pemanfaatan perangkat, Evi mengingatkan pihak sekolah agar merawat seluruh laptop yang telah diterima.

Menurutnya, perangkat tersebut merupakan fasilitas bersama. Perawatan yang baik akan membuat manfaatnya bertahan lebih lama dan dapat dirasakan lebih banyak siswa.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Warga Ramaikan Aksi Sehat Bersama Parlemen, Ada Cek Kesehatan hingga Doorprize
Disdik Sumbar Apresiasi Bantuan Laptop

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahya, mengapresiasi bantuan 140 laptop tersebut. Ia berharap sekolah memanfaatkan perangkat itu secara optimal untuk mendukung pembelajaran digital.

Menurut Mahya, penggunaan teknologi perlu berjalan seiring dengan perawatan fasilitas agar perangkat dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Perangkat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung digitalisasi pendidikan. Selain digunakan, tentu harus dirawat agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan digunakan oleh lebih banyak siswa,” kata Mahya.

SMAN 17 Padang dan SMAN 12 Padang juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Evi Yandri.

Tambahan fasilitas tersebut diharapkan membantu kedua sekolah memenuhi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi. Kehadiran 140 laptop juga membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan di era digital. (*)

Berita Terkait

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul
Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)
Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar
Muhidi Bagikan Kisah Perjuangan, Dorong Pelajar Padang Jadi Generasi Unggul Lewat Literasi
Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Tekankan SDM, Inovasi, dan Ekonomi
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Perempuan Perkuat Ekonomi Keluarga dengan Skill dan Networking

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru