Dharmasraya, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya akan meluncurkan program One Village One Product (OVOP) untuk memperkuat ekonomi nagari berbasis potensi lokal.
Program ini menjadi strategi daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM dan pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat nagari.
Launching dan Seminar OVOP akan digelar pada Senin, 19 Januari 2026, di Auditorium Dharmasraya. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya implementasi OVOP secara terstruktur di seluruh nagari.
Ketua Panitia Pelaksana, Yefrinaldi, menyebut OVOP sebagai fondasi penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada sistem pengembangan usaha.
“OVOP kami rancang untuk mengangkat produk unggulan nagari agar memiliki nilai tambah dan daya saing pasar,” ujar Yefrinaldi, yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Dharmasraya.
Ia menegaskan, Pemkab Dharmasraya menargetkan integrasi OVOP dengan kebijakan pembiayaan, pemasaran, dan pendampingan UMKM secara berkelanjutan.
OVOP Motor Penggerak Ekonomi Nagari
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani bakal hadir sebagai pembicara kunci dalam kegiatan tersebut. Ia akan memaparkan komitmen pemerintah daerah menjadikan OVOP sebagai motor penggerak ekonomi nagari.
Pemerintah daerah menilai OVOP relevan dengan karakter Dharmasraya yang memiliki potensi pertanian, perkebunan, dan produk olahan berbasis nagari. Melalui pendekatan ini, setiap nagari diharapkan memiliki produk khas yang berdaya jual.
Yefrinaldi menjelaskan, OVOP diarahkan pada peningkatan kualitas produk, penguatan kelembagaan UMKM, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar. Pendekatan ini mampu menjawab tantangan UMKM lokal.
“Program OVOP difokuskan pada peningkatan daya saing UMKM, akses permodalan, dan pembukaan jaringan pemasaran yang lebih luas,” katanya.
Launching dan Seminar OVOP akan menghadirkan narasumber dari berbagai sektor strategis. Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan memperkaya perspektif dan praktik pengembangan produk nagari.
Beberapa narasumber yang akan hadir antara lain Prof. Dr. Syafruddin Karimi, SE, MA, Two Efly, SE, Ir. Djomi, serta Aris Aria Samudra, SP dari Bank Nagari.
Selain itu, pelaku UMKM Heriyanda Ade Sagota, A.Md juga akan berbagi pengalaman lapangan. Diskusi akan dipandu oleh Yudha Prima dari Bappeda Provinsi Sumbar.
Yefrinaldi berharap, OVOP menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, perbankan, dan pelaku usaha. Sinergi ini penting untuk memastikan keberlanjutan program.
“Melalui OVOP, kami ingin pertumbuhan ekonomi Dharmasraya berjalan inklusif dan merata hingga ke nagari,” tutup Yefrinaldi. (*/red)






