Perkuat Hilirisasi Singkong, Kemenperin Pacu Daya Saing Industri Pangan

Penulis -

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. (Foto: Kemenperin)

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. (Foto: Kemenperin)

Bandar Lampung, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong hilirisasi komoditas agro, khususnya singkong, untuk memperkuat industri pangan berbasis sumber daya lokal.

Komoditas ini dinilai memiliki peluang besar karena dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Seperti tepung tapioka, Modified Cassava Flour (MOCAF), pati termodifikasi, glukosa, sorbitol, hingga beragam produk turunan lain yang dibutuhkan industri.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menggelar kegiatan Penguatan Hilirisasi Berbasis Agro dan Peningkatan Daya Saing IKM Pangan Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Kamis (16/7). Program ini bertujuan membangun ekosistem hilirisasi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Hilirisasi Dukung Diversifikasi Pangan Nasional

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menegaskan hilirisasi singkong menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penganekaragaman pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024.

“Hilirisasi dan penganekaragaman pangan bukanlah dua agenda yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam mewujudkan industri pangan nasional yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Faisol dalam keterangannya, Jumat (17/7).

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen kebijakan untuk memastikan pengembangan industri singkong berjalan secara optimal. Kebijakan tersebut sekaligus melindungi industri pengolahan dalam negeri dan menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku.

Selain itu, pemerintah memperkuat industri singkong melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta mekanisme persetujuan impor yang berbasis pertimbangan teknis.

Pendekatan tersebut dirancang agar mampu memperkuat keterkaitan sektor hulu dan hilir sekaligus meningkatkan nilai tambah di kawasan sentra produksi.

“Regulasi yang baik harus diikuti dengan peningkatan kapasitas industri. Oleh karena itu, kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi produksi modern menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pangan nasional,” tegas Faisol.

Baca Juga :  IKM Kerajinan Catat Ekspor Rp1,83 Miliar, Produk Home Decor Bantul Tembus AS dan Eropa
Lampung Jadi Sentra Strategis Industri Singkong

Faisol juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung yang telah menerbitkan regulasi mengenai tata kelola dan hilirisasi ubi kayu. Aturan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara petani dengan pelaku industri.

Ia menilai implementasi regulasi perlu diperluas hingga tingkat kabupaten dan kota agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Langkah itu dinilai penting karena Lampung merupakan produsen singkong terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 51 persen terhadap produksi nasional.

“Saya mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat daya saing industri singkong daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting agar program hilirisasi ini mampu memberikan manfaat nyata bagi petani maupun industri,” katanya.

Perkuat Kemitraan IKM dan Industri Besar

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan mengenai pentingnya pengembangan industri olahan singkong untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Kami juga memanfaatkan momentum ini untuk menyosialisasikan Program Dana Alokasi Khusus (DAK), sekaligus membuka peluang kemitraan antara IKM dengan industri lanjutan agar tercipta rantai pasok yang semakin kuat,” ujar Reni.

Menurutnya, keberhasilan hilirisasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Kemenperin menggandeng Kementerian PPN/Bappenas, Asosiasi Industri Roti, Biskuit dan Mi Instan (AROBIM), serta PT Thai Wah Indonesia sebagai mitra strategis.

“Kehadiran industri besar sangat penting karena dapat memberikan gambaran langsung mengenai kebutuhan pasar, standar mutu, teknologi pengolahan, hingga tata kelola rantai pasok yang telah diterapkan di industri. Dengan demikian, IKM dapat meningkatkan kualitas produknya agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional,” tutur Reni.

Baca Juga :  Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Strategis, Fokus Investasi dan Transfer Teknologi
Pelatihan dan Restrukturisasi Mesin untuk IKM

Program penguatan hilirisasi di Lampung diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari pemerintah daerah serta pelaku IKM MOCAF dan tapioka dari berbagai kabupaten dan kota.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut melalui Workshop Sistem Keamanan Pangan dan Diversifikasi Produk Olahan Singkong bagi IKM, serta diseminasi Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan untuk pelaku industri pangan.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Afrizal Haris menjelaskan workshop keamanan pangan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 30 pelaku IKM MOCAF dan tapioka.

Sementara itu, program restrukturisasi mesin akan diikuti sekitar 120 pelaku IKM pangan sebagai upaya meningkatkan efisiensi produksi sekaligus kualitas produk. (*)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB