Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang memperkuat peran masyarakat dalam memutus penyalahgunaan narkotika hingga tingkat kelurahan.
Langkah itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Pemulihan P4GN yang berlangsung 26–28 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang. Pemko Padang mengangkat tema “Peran Aktif Masyarakat dalam Program Rehabilitasi untuk Mewujudkan Kota Padang Bersinar (Bersih Narkoba)”.
Peserta berasal dari 37 kelurahan di Kota Padang. Mereka terdiri atas unsur Babinsa, Polmas/Bhabinkamtibmas, dubalang, karang taruna, posyandu, dan PKK.
Kasus Narkoba Mulai Menyasar Anak Sekolah
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, Syahendri Barkah, menyebut kondisi penyalahgunaan narkoba semakin mengkhawatirkan.
Menurut dia, peredaran narkotika kini telah menyentuh lingkungan anak sekolah. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Dasar pelaksanaan kegiatan ini, kita tahu biasanya Kota Padang itu pengguna atau kasus narkoba sudah semakin banyak. Tingkatnya sudah sampai merasuk ke anak-anak sekolah. Ini satu kekhawatiran kita bersama, bahwasanya Padang itu juga sudah dijadikan target oleh bandar-bandar narkoba sebagai daerah sasarannya,” ujarnya.
Syahendri menilai pemerintah membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menghadapi persoalan tersebut. Karena itu, Kesbangpol menggandeng kepolisian dan BNNP Sumatera Barat dalam memperkuat agen pemulihan di setiap kelurahan.
“Tentunya kita berharap nanti dari mereka yang mengikuti pembinaan bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam rangka memberantas peredaran atau penyalahgunaan narkotika, sehingga ke depan tingkat peredaran narkoba tersebut bisa kita minimalisir,” katanya.
Agen Pemulihan Jadi Garda Awal
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Padang, Raf Indria mewakili Wali Kota Padang mengatakan peningkatan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda, dapat mengancam ketahanan nasional.
Perubahan modus peredaran juga menuntut respons yang lebih cepat dari masyarakat.
“Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu faktor yang dapat mengancam ketahanan nasional karena dalam perkembangannya terus mengalami peningkatan di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Menurut Raf, penguatan agen pemulihan menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap narkoba. Program tersebut juga mendorong masyarakat mengenali persoalan sejak tahap awal.
“Kegiatan Bimtek agen pemulihan di kelurahan sesungguhnya merupakan respons bersama untuk membangun mekanisme imunitas di tengah masyarakat,agar mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” jelasnya.
Melalui Bimtek tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkotika. Mereka juga mempelajari keterampilan teknis untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan intervensi.
BNNP Dorong Intervensi Sejak Penggunaan Awal
Ketua Tim Rehabilitasi BNNP Sumbar, Josra Maidi, menekankan pentingnya Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).
Program itu menyasar pengguna narkotika pada tahap awal. Pendekatan tersebut bertujuan mencegah penggunaan ringan berkembang menjadi ketergantungan berat.
“Tujuan agen pemulihan yaitu menyasar penggunaan ringan atau coba pakai, supaya jangan sampai menjadi pecandu berat. Kalau sudah menjadi pecandu berat, tempat rehabilitasi sangat terbatas dan intervensinya jauh lebih sulit. Langkah terbaik adalah memotong mata rantai di tingkat awal dengan melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Josra juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Temuan di lapangan menunjukkan penyalahgunaan narkotika telah melibatkan pelajar tingkat sekolah menengah pertama.
Karena itu, agen pemulihan di kelurahan memiliki posisi penting. Mereka dapat menjadi pihak awal yang mengenali persoalan dan menghubungkan masyarakat dengan layanan yang tepat.
Bekali Peserta dengan Keterampilan Rehabilitasi
Bimtek Agen Pemulihan P4GN tidak hanya berisi sosialisasi. Peserta juga mendapat peningkatan kapasitas terkait penanganan penyalahgunaan narkotika.
Materi mencakup pemahaman tentang kondisi kedaruratan narkoba. Peserta juga mempelajari keterampilan menjangkau korban sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Intervensi Berbasis Masyarakat.
Pemko Padang berharap para peserta yang telah dilatih dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah, meminimalisir tingkat peredaran gelap narkoba. Serta mewujudkan visi Kota Padang sebagai kota yang sehat, produktif, dan bersih dari narkoba (Bersinar).
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Padang Nofiandi Amir, Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid dan Konselor Adiksi Ahli Muda BNNP Sumbar Mailisafitri. (*)






