Padang, Javanusa—Siswa-siswi Katolik se-Kota Padang mengikuti kegiatan Pastoral sebagai wadah pembinaan iman dan karakter selama Ramadan 2026.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penguatan pendidikan spiritual bagi pelajar Katolik, seiring dengan pelaksanaan Pesantren Ramadan bagi siswa muslim di berbagai masjid dan musala.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Aula SMA Don Bosco Padang, Senin (23/2/2026). Peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan dihadiri para pastor serta unsur yayasan dan sekolah.
Fadly Amran menegaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi spiritual generasi muda dalam menyongsong bonus demografi 2045. Ia mengatakan generasi muda harus disiapkan tidak hanya dari sisi ilmu pengetahuan, tetapi juga iman dan karakter.
“Sejak usia dini kita harus tanamkan kepada mereka, bahwa mereka adalah the next leaders masa depan bangsa ini. Untuk itu mari kita siapkan mereka, tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual,” ujarnya.
Fadly Amran juga menyampaikan Pemerintah Kota Padang memiliki Program Beasiswa Gratis Kuliah ke Luar Negeri sebagai aktivasi program unggulan Padang Juara untuk menyiapkan SDM unggul dan berkarakter.
“Kita baru saja membuka beasiswa gratis ke Tiongkok (Cina) bekerja sama dengan Provinsi Guangdong. Kami berharap siswa Don Bosco dapat ikut dalam beasiswa ini, karena peluangnya cukup besar untuk anak-anak supaya bisa belajar dan menambah pengalaman di luar negeri tanpa biaya,” tambahnya.
Fadly Amran berharap kegiatan Pastoral ini menjadi momentum pembinaan rohani sekaligus evaluasi perkembangan iman dan karakter para siswa, sehingga lahir generasi yang toleran, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Kabag Kepegawaian, Humas dan Umum Yayasan Prayoga, Martinus Kiwan, menyampaikan sebanyak 2.500 siswa Katolik dari jenjang SD hingga SMA mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 17 Maret mendatang.
“Kegiatan ini berupa pendalaman Kitab Suci, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial. Kami berharap setelah mengukur kegiatan ini karakter anak-anak semakin baik, karena tahun ini Gereja Katolik menerapkan Tahun Iman dan Tahun Pendidikan Karakter,” pungkasnya. (*/red)






