Padang, Javanusa—Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kualitas Pertalite di Sumatera Barat. Pengecekan langsung dilakukan di SPBU 14.251.507 Gunung Pangilun, Kota Padang, Senin (28/9).
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Sales Area Retail Sumatra Barat menggandeng pemerintah daerah dan Babinsa dalam pemeriksaan tersebut.
Tim mengecek kondisi Pertalite di SPBU, termasuk proses penyimpanan dan penyalurannya kepada konsumen. Petugas juga mengambil sampel untuk memastikan karakteristik BBM memenuhi spesifikasi yang berlaku.
Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan bersama untuk memastikan kualitas BBM yang diterima masyarakat. Pertamina sebelumnya mengambil sampel Pertalite dari sejumlah SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan sampel Pertalite memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Pemeriksaan mencakup density dan kandungan air pada produk.
Untuk memperkuat hasil tersebut, Pertamina menguji sampel melalui Tim Pengendali Kualitas & Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung. Pengujian juga berlangsung di Laboratorium Lemigas Jakarta.
Pemprov Sumbar Apresiasi Pemeriksaan Lapangan
Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Erick Kurniawan menilai pemeriksaan lapangan penting untuk memperoleh gambaran kondisi BBM secara teknis.
“Pemeriksaan secara langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat. Kami mengapresiasi langkah Pertamina yang melakukan pengecekan dan pengujian secara bertahap serta melibatkan pihak terkait, sehingga informasi yang berkembang di masyarakat dapat ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan,” ujar Erick.
Menurutnya, pemeriksaan bersama membantu memastikan informasi mengenai kualitas BBM memiliki dasar teknis yang jelas.
Pengawasan Produk Libatkan Pemerintah Daerah
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward mengatakan pengawasan barang yang beredar membutuhkan koordinasi berbagai pihak.
“Pemerintah daerah tentunya berkepentingan memastikan masyarakat mendapatkan produk yang sesuai dengan ketentuan. Karena itu, pengecekan dan koordinasi bersama seperti ini penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap informasi yang disampaikan konsumen dapat ditindaklanjuti dengan baik,” ujar Edrian.
Selain pemerintah daerah, unsur kewilayahan ikut mendukung pemeriksaan tersebut. Babinsa Kelurahan Gunung Pangilun, Koramil 01/Kodim 0312 Padang, Sertu Hendri Patrizon, turut mendampingi kegiatan agar berlangsung aman dan kondusif.
Pertamina Buka Pengaduan bagi Konsumen
Pertamina Patra Niaga juga membuka saluran pengaduan bagi konsumen yang mengalami kendala setelah mengisi BBM. Masyarakat dapat melapor melalui Pertamina Contact Center 135.
Konsumen perlu menyiapkan informasi pendukung saat menyampaikan laporan. Data tersebut meliputi identitas, lokasi SPBU, waktu pengisian, jenis BBM, serta bukti transaksi atau struk pembelian.
Masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan secara langsung di SPBU tempat terakhir melakukan pengisian. Petugas akan mencatat laporan tersebut untuk kemudian menjalankan proses tindak lanjut sesuai prosedur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Pertamina menghargai setiap informasi yang berasal dari masyarakat.
“Bagi kami, setiap informasi dari masyarakat penting untuk ditindaklanjuti. Karena itu, kami tidak hanya melakukan pengecekan terhadap kualitas produk, tetapi juga menyiapkan mekanisme pengaduan agar konsumen yang mengalami kendala dapat menyampaikan informasi secara langsung dan kami dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan data yang disampaikan,” ujar Fahrougi.
Pengujian Berlanjut dari Titik Suplai hingga SPBU
Fahrougi menjelaskan, Pertamina menjalankan pemeriksaan secara bertahap. Proses tersebut mencakup titik suplai hingga SPBU sebagai lembaga penyalur.
“Pengecekan kami lakukan secara bertahap, mulai dari titik suplai hingga SPBU sebagai lembaga penyalur. Kami juga terus melakukan pengujian terhadap sampel yang telah diambil. Apabila terdapat konsumen yang mengalami kendala, kami membuka ruang pengaduan agar informasi tersebut dapat kami verifikasi dan tindak lanjuti sesuai prosedur,” jelas Fahrougi.
Pertamina Patra Niaga selanjutnya akan memantau dan menguji kualitas BBM di sejumlah titik penyaluran di Sumatera Barat. Perusahaan akan menyampaikan perkembangan pemeriksaan berdasarkan hasil pengujian di lapangan.
Pertamina juga mengimbau masyarakat menggunakan kanal resmi ketika menyampaikan keluhan. Langkah tersebut membantu petugas melakukan verifikasi berdasarkan data dan bukti yang tersedia. (*)






