Perubahan APBD Sumbar 2026 Defisit Rp176,56 Miliar, DPRD Soroti Kenaikan Belanja

Penulis -

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Paripurna DPRD Sumbar dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD Sumbar 2026, Senin (7/9/2026). (Foto: Ist)

Rapat Paripurna DPRD Sumbar dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD Sumbar 2026, Senin (7/9/2026). (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Rancangan Perubahan APBD Sumatera Barat (Sumbar) 2026 menghadapi persoalan fiskal setelah proyeksi belanja meningkat jauh lebih besar daripada pendapatan. Kondisi itu membuat anggaran daerah diperkirakan mengalami defisit Rp176,56 miliar.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria menyoroti kondisi tersebut saat membuka Rapat Paripurna DPRD Sumbar dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD Sumbar 2026, Senin (7/9/2026).

Nanda menjelaskan, pemerintah provinsi mengusulkan kenaikan target pendapatan daerah sebesar Rp315,84 miliar. Angka itu meningkat 5,02 persen dibandingkan APBD Sumbar 2026.

Namun, kenaikan belanja daerah mencapai angka yang lebih tinggi. Pemerintah mengusulkan tambahan belanja sebesar Rp570,01 miliar atau meningkat 8,89 persen.

Selisih pertumbuhan tersebut kemudian menghasilkan defisit dalam rancangan perubahan anggaran sebesar Rp176,56 miliar.

“Besarnya usulan kenaikan belanja dibandingkan kenaikan target pendapatan daerah membuat konstruksi pendapatan dan belanja dalam Ranperda Perubahan Tahun 2026 mengalami defisit,” ujar Nanda.

Usulan tersebut sebelumnya tercantum dalam nota pengantar yang disampaikan Gubernur Sumatera Barat pada rapat paripurna, Jumat (4/9/2026).

DPRD Minta Defisit Segera Ditangani

Nanda menilai persoalan defisit tidak cukup dipandang sebagai perbedaan angka dalam dokumen anggaran. Kondisi tersebut berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah daerah menjaga keseimbangan fiskal.

Di sisi lain, pemerintah tetap harus memastikan agenda pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai kebutuhan.

Karena itu, pembahasan antara DPRD Sumbar dan pemerintah daerah perlu menghasilkan skema yang realistis untuk menutup defisit tersebut.

Nanda mendorong pemerintah mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan daerah. Pada saat yang sama, pengelolaan belanja harus mengutamakan efisiensi dan efektivitas.

“Dalam pembahasan nanti, defisit anggaran tentu harus ditutup, baik melalui optimalisasi pendapatan daerah maupun melalui efisiensi dan efektivitas belanja daerah,” tegasnya.

Baca Juga :  Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Tekankan SDM, Inovasi, dan Ekonomi
Fraksi Diminta Berikan Solusi Fiskal

Pembahasan Perubahan APBD Sumbar 2026 kini memasuki tahapan pandangan umum fraksi-fraksi. Nanda berharap setiap fraksi tidak berhenti pada penyampaian catatan dan kritik terhadap rancangan anggaran.

Menurut dia, forum tersebut juga perlu menghasilkan gagasan yang dapat membantu pemerintah menghadapi tekanan fiskal.

Pandangan fraksi nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan lanjutan Ranperda Perubahan APBD Sumbar 2026.

Pembahasan itu akan berlanjut hingga DPRD dan pemerintah daerah mencapai kesepakatan mengenai perubahan anggaran.

“Kami sangat berharap dalam pandangan umum fraksi-fraksi nanti terdapat ide-ide yang bernas untuk mengatasi permasalahan defisit yang terdapat dalam Ranperda Perubahan APBD Tahun 2026,” katanya. (*)

Berita Terkait

Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak di Sumbar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi, Kuasai Teknologi dan Berpikir Kritis
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Guru Fisika Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Gerakan Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak
Evi Yandri Ajak Warga Sumbar Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Jalan Fisika I dan II Limau Manis Selatam Diaspal, Warga Apresiasi Ketua DPRD Sumbar Muhidi
Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Doni Harsiva Yandra Ingatkan Pentingnya Mitigasi
Iqra Chissa Dorong Ketahanan Keluarga di Sumbar, Soroti Pola Asuh Anak di Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru