Perut Kembung: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penulis -

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita mengalami perut kembung. (Foto: Pexels)

Ilustrasi wanita mengalami perut kembung. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Perut kembung membuat perut terasa penuh, tegang, atau tidak nyaman. Keluhan ini sering muncul akibat kebiasaan makan, penumpukan gas, hingga gangguan pada saluran pencernaan.

Gas berlebih dapat terbentuk atau masuk ke dalam saluran pencernaan. Akibatnya, seseorang bisa mengalami rasa begah, nyeri, sering bersendawa, atau sulit membuang gas.

Banyak orang mengaitkan perut kembung dengan istilah masuk angin. Namun, istilah tersebut tidak dikenal sebagai diagnosis medis.

Salah satu penyebab kembung adalah aerofagia. Kondisi ini terjadi ketika seseorang menelan terlalu banyak udara hingga masuk ke saluran pencernaan.

Kebiasaan tertentu dapat meningkatkan jumlah udara yang tertelan. Contohnya makan terlalu cepat, berbicara ketika makan, menggunakan sedotan, merokok, dan mengunyah permen karet.

Pola makan juga berpengaruh. Konsumsi makanan pedas atau berlemak dapat memicu keluhan pencernaan pada sebagian orang.

Berbaring segera setelah makan juga dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Perut Kembung Bisa Berkaitan dengan Gangguan Pencernaan

Dilansir dari Alodokter, selain kebiasaan sehari-hari, sejumlah gangguan kesehatan dapat menyebabkan perut kembung.

1. Sindrom iritasi usus besar

Sindrom iritasi usus besar atau IBS merupakan salah satu kondisi yang sering berkaitan dengan kembung.

Penderitanya juga dapat mengalami sakit perut, kram, diare, atau sembelit. Pemicu IBS berbeda pada setiap orang.

Beberapa faktor yang diduga berperan antara lain infeksi bakteri, alergi makanan, dan stres.

2. Maag atau dispepsia

Dalam istilah medis, keluhan yang sering disebut maag dapat berkaitan dengan dispepsia. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri berulang pada perut bagian atas.

Keluhan tersebut terutama dapat terasa di area ulu hati. Perut kembung, mual, muntah, dan cepat kenyang juga dapat menyertainya.

Baca Juga :  6 Manfaat Air Lemon untuk Kesehatan, Benarkah Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?

Sebagian orang merasakan perih pada perut atau kerongkongan. Produksi gas yang meningkat juga dapat menyebabkan seseorang lebih sering bersendawa.

3. Gangguan enzim pencernaan

Tubuh membutuhkan enzim untuk memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Proses tersebut membantu tubuh menyerap berbagai zat gizi.

Gangguan produksi atau fungsi enzim dapat memengaruhi proses pencernaan. Kondisi tertentu, seperti gangguan pankreas, dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Intoleransi terhadap makanan atau minuman tertentu juga dapat memicu kembung. Salah satu contohnya adalah intoleransi laktosa.

Infeksi Juga Dapat Menimbulkan Kembung

Kesulitan membuang gas dapat membuat perut terasa semakin penuh. Infeksi pada saluran pencernaan juga dapat menghasilkan keluhan serupa.

Infeksi bakteri maupun virus dapat mengganggu sistem pencernaan. Bakteri tertentu, termasuk Helicobacter pylori (H. pylori), juga berkaitan dengan gangguan lambung.

Pylori dapat menghasilkan gas dalam saluran pencernaan. Bakteri tersebut juga menjadi salah satu penyebab tukak lambung.

Cara Sederhana Mengurangi Perut Kembung

Perut kembung umumnya tidak berkaitan dengan kondisi serius. Keluhan juga dapat membaik tanpa pengobatan khusus.

Meski demikian, rasa penuh dan tidak nyaman dapat mengganggu aktivitas. Beberapa perubahan kebiasaan dapat membantu mengurangi keluhan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dicoba:

    • Makan secara perlahan dan hindari porsi makan yang berlebihan.
    • Kunyah makanan sampai cukup halus sebelum menelannya.
    • Batasi kebiasaan mengunyah permen karet.
    • Hindari berbicara terlalu banyak saat sedang makan.
    • Kurangi penggunaan sedotan ketika minum.
    • Batasi makanan dan minuman yang mudah menghasilkan gas.
    • Contohnya kubis, durian, dan minuman bersoda.
    • Hindari susu jika tubuh sulit mencerna laktosa.
    • Pilih produk susu bebas laktosa atau alternatif seperti susu kedelai.
    • Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik.
    • Hindari kebiasaan merokok.
    • Pastikan gigi palsu terpasang dengan ukuran yang sesuai.
Baca Juga :  Momen Presiden Prabowo Gunakan Maung Buatan Indonesia di KTT ke-48 ASEAN 2026 Filipina
Bahan Alami yang Bisa Dicoba

Beberapa bahan alami juga kerap digunakan untuk membantu meredakan keluhan pencernaan.

Peppermint dipercaya dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan. Bahan tersebut juga kerap digunakan untuk membantu meredakan kram dan kembung.

Jahe juga sering digunakan untuk membantu mengatasi keluhan lambung dan rasa kembung. Sementara itu, kunyit dapat digunakan sebagai salah satu pilihan untuk membantu meredakan sakit perut dan mulas.

Namun, penggunaan bahan alami tetap perlu disesuaikan dengan kondisi setiap orang. Keluhan yang menetap sebaiknya tidak hanya ditangani dengan cara rumahan.

Kapan Perut Kembung Perlu Diperiksakan?

Perut kembung perlu mendapat perhatian jika keluhan tidak kunjung membaik. Kondisi tersebut semakin perlu diperiksa ketika muncul bersama gejala lain.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain nyeri perut yang menetap, muntah, atau demam tinggi. Tinja berdarah atau berwarna kehitaman juga membutuhkan pemeriksaan medis.

Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas menjadi tanda lain yang tidak boleh diabaikan. Gejala tersebut dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Jika berbagai langkah sederhana tidak membantu, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab perut kembung dan menentukan penanganan yang sesuai. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru