Pesan Khutbah Iduladha 1447 H: Kurban, Kemanusiaan, dan Komitmen Merawat Bumi

Penulis -

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta. Tampak shaf depan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menag Nasaruddin Umar beserta para jajaran Pejabat Kabinet Merah Putih. (Foto: Jaya Perdhana/Kemenag)

Suasana Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta. Tampak shaf depan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menag Nasaruddin Umar beserta para jajaran Pejabat Kabinet Merah Putih. (Foto: Jaya Perdhana/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Khutbah Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (27/5/2026), menekankan pentingnya menundukkan ego manusia melalui ibadah kurban, memperkuat solidaritas kemanusiaan, serta mempertegas tanggung jawab menjaga kelestarian bumi.

Pesan ini disampaikan di hadapan ribuan jemaah dalam rangkaian Salat Iduladha yang juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta para duta besar negara sahabat.

Hari Raya Iduladha tahun ini mengangkat tema “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan” yang menegaskan bahwa kurban tidak berhenti pada dimensi ritual, tetapi juga menyentuh kesalehan sosial dan kesadaran ekologis.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, yang bertindak sebagai khatib, mengajak jemaah untuk melihat Iduladha sebagai ruang refleksi mendalam tentang pengendalian diri, kerendahan hati, dan tanggung jawab manusia terhadap alam.

Kurban sebagai Cermin Ego dan Kesadaran Diri

Dalam khutbahnya, Hamdan membuka pesan dengan sebuah kisah ilustratif tentang seorang profesor dan nelayan di tengah perjalanan sampan. Sang profesor digambarkan membanggakan pengetahuan akademiknya, mulai dari filsafat hingga fisika, sambil meremehkan nelayan yang dianggap sederhana.

Namun situasi berbalik ketika muncul pertanyaan tentang kemampuan bertahan saat sampan terbalik. Sang profesor tidak mampu menjawab karena tidak memiliki keterampilan dasar berenang, sementara nelayan justru menguasainya.

“Ilustrasi ini bertutur tentang fenomena kesombongan diri dan hilangnya penghargaan terhadap jati diri. Manusia sering kali silau dengan pencapaian intelektual dan materi, namun lupa mempelajari keterampilan hidup yang paling esensial, yaitu kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Hamdan di hadapan ribuan jemaah.

Haji dan Kurban sebagai Medan Pengikisan Ego

Lebih lanjut, Hamdan mengaitkan pesan tersebut dengan ibadah haji yang sedang berlangsung di Tanah Suci. Menurutnya, haji merupakan proses pendidikan spiritual terbesar untuk meruntuhkan sekat status sosial dan kesombongan manusia.

Baca Juga :  Bupati Agam Distribusikan Zakat Kepada 152 Orang Mustahik

Ia menekankan simbol ihram sebagai pakaian tanpa jahitan yang menyamakan seluruh manusia tanpa melihat jabatan maupun kekayaan.

“Proses penyucian diri ini mencakup fisik dan spiritual. Sangat keliru jika sepulang dari haji, seseorang justru mengototkan diri pada status sosial yang lebih tinggi atau memamerkan aksesori haji yang dibawa pulang. Haji harus melahirkan pribadi yang makin membumi,” tegasnya.

Terkait ibadah kurban, Hamdan menilai praktik ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana membangun kemampuan berbagi dan menundukkan dominasi ego kepemilikan.

Komitmen Ekologis: Bumi sebagai Amanah, Bukan Objek Eksploitasi

Di bagian akhir khutbah, Hamdan memperluas makna kurban dengan menyoroti krisis kemanusiaan dan kerusakan lingkungan global. Ia mengingatkan bahwa di berbagai belahan dunia, manusia masih menghadapi perang, kemiskinan, serta kerusakan ekosistem yang terus meningkat.

Ia mengutip Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41 untuk menegaskan bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat ulah manusia sendiri.

“Kita hidup dalam peradaban yang sering lupa bahwa alam bukanlah objek untuk dijarah, melainkan amanah untuk dirawat. Allah SWT telah memperingatkan bahwa kerusakan di darat dan di laut adalah akibat perbuatan manusia, agar kita mau kembali ke jalan yang benar,” urainya.

Hamdan kemudian mengajak umat Islam menjadikan Iduladha 1447 H sebagai momentum untuk memperkuat tanggung jawab terhadap bumi sebagai ruang hidup bersama.

Khutbah ditutup dengan pesan reflektif dari aktivis lingkungan dunia:

“We don’t inherit the earth from our ancestors, we borrow it from our children. Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita hanya meminjamnya dari anak-anak cucu kita.”

Salat Iduladha di Masjid Istiqlal berlangsung khidmat, tertib, dan damai, sekaligus mencerminkan pesan utama khutbah tentang keseimbangan antara kemanusiaan, spiritualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. (*/red)

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Kemenag Gelar Gerakan Bersih Masjid dan Tanam Pohon Serentak se-Indonesia

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB