Pesantren dengan Lebih dari 1.000 Santri Kini Boleh Bangun Dapur MBG Sendiri, Ini Syaratnya

Penulis -

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Terbatas dalam rangka Perbaikan Tata Kelola Program MBG. (Foto: Asyifa Mardiani/Kemenag)

Rapat Koordinasi Terbatas dalam rangka Perbaikan Tata Kelola Program MBG. (Foto: Asyifa Mardiani/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memberi kelonggaran bagi pesantren dan sekolah keagamaan berasrama yang memiliki lebih dari 1.000 santri atau siswa untuk membangun dapur sendiri dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan ini diharapkan mempercepat distribusi makanan sekaligus meningkatkan efisiensi layanan bagi lembaga pendidikan berasrama berskala besar.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta. Rapat juga dihadiri Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafii bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, rapat itu menghasilkan keputusan penting terkait pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dan hari ini juga tadi sudah diputuskan. Pondok-pondok atau sekolah berbasis keagamaan, dan yang boarding school keagamaan, yang di atas seribu santri siswa ke atas, mereka boleh bikin dapur, SPPG,” ujar Zulkifli Hasan, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut ditujukan untuk mempermudah pelayanan di pesantren dan sekolah berasrama yang memiliki jumlah penerima manfaat sangat besar.

Dapur Wajib Penuhi Standar SPPG

Meski diperbolehkan membangun dapur sendiri, setiap fasilitas tetap harus memenuhi standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Standar tersebut mencakup aspek keamanan pangan, higiene, hingga sanitasi.

Sementara itu, pesantren atau sekolah keagamaan berasrama dengan jumlah penerima manfaat di bawah 1.000 orang akan tetap memperoleh layanan dari SPPG terdekat.

“Tapi (tetap ada) standar SPPG. Kalau di bawah itu (1.000), dia ikut SPPG yang terdekat. Itu memudahkan,” kata Zulkifli Hasan.

Ia mencontohkan, pondok pesantren yang memiliki sekitar 2.000 santri dapat mengoperasikan dapur sendiri sehingga distribusi makanan menjadi lebih efektif. Namun, dapur tersebut tetap harus memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Padang Mantapkan Langkah Menuju UNESCO City of Gastronomy 2027 Lewat Sinergi Pusat dan Daerah

“Misalnya pondok yang punya 2.000 siswa atau santri. Yang boarding boarding school keagamaan mungkin yang 2.000 penerima manfaat. Mereka bisa buat dapur di tempatngya. Tetapi harus standar. Dengan SPPG yang juga punya SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi). Itu rapat kami tadi,” ungkapnya.

Integrasi Data MBG Terus Disempurnakan

Selain membahas pembangunan dapur MBG di pesantren, rapat juga mengevaluasi perkembangan integrasi data penerima manfaat antarinstansi pemerintah.

Zulkifli Hasan menjelaskan, data dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan, Kementerian Pendidikan, dan Badan Gizi Nasional (BGN) kini telah saling terhubung untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Meski demikian, pemerintah masih menemukan sejumlah data yang memerlukan penyempurnaan sehingga proses sinkronisasi belum sepenuhnya selesai.

“Data dari Kementerian Agama, dari Kementerian Kesehatan, dari Kementerian Pendudukan, dari Kementerian Pendidikan, dan BGN sudah nyambung. Ada beberapa koreksi nanti akan disertai oleh Kepala BGN. Itu sudah selesai. Tetapi ada juga yang belum bisa kita selesaikan. Perlu waktu lebih panjang,” ujar Zulkifli Hasan. (*)

Berita Terkait

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru